5 Akal Bulus Tahanan Agar Bisa Kabur dari Penjara

5 Akal Bulus Tahanan Agar Bisa Kabur dari Penjara

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 11:04 WIB
5 Akal Bulus Tahanan Agar Bisa Kabur dari Penjara
Jakarta - Penjara seharusnya menjadi tempat paling dijaga ketat, sebab di situlah tempat para penjahat dikurung. Namun kenyataannya, banyak cara dilakukan para tahanan untuk keluar dari bui. Bagaimana modusnya?

detikcom merangkum sedikitnya lima modus para tahanan di Tanah Air untuk melarikan diri. Ada yang menggunaka cara sederhana dengan memanfaatkan kelengahan petugas, hingga memanfaatkan jasa pembesuk.

Berikut kelima akal bulus tahanan agar bisa kabur dari penjara:

Menggergaji Besi Rutan Polsek Semeru Medan

Sebanyak 13 tahanan melarikan diri dari markas Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area, di Jl. Semeru, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (20/10/2012) malam. Para tahanan ini kabur dengan menggergaji terali besi bagian ventilasi tahanan. Setelah memastikan keadaan memungkinkan, mereka kemudian kabur secara bersama-sama.

Para tahanan tersebut masing-masing atas nama, (1) Beni Syaputra, (2) Muhammad Siddik, (3) Ali Muda Pane, (4) Ruben Ricardo Gultom, (5) Monang Turnip, (6) Harianto Sihombing, (7) Agus Salim, (8) Syahrial Nasution, (9) Neldi Asari Harahap, (10) Adnan Nasution, (11) Raja Muda Nasution, (12) Chandra Siagian, serta (13) Weldy Azari Harahap.

Dari 13 yang kabur, baru satu orang tertangkap.

Memanfaatkan Kelengahan Petugas usai Sidang

Dua warga negara Nigeria, Mzyece Isililo alias Black Sky (19) dan Mickelson Inzagi Joe alias Eric Joe (29), yang melarikan diri usai sidang vonis di PN Jakarta Selatan, September lalu. Keduanya memanfaatkan kelengahan petugas saat hendak dibawa ke RS Salemba.

Satu bulan berselang, keduanya pun berhasil ditangkap di Denpasar Bali. Mereka sedang berada di daerah kost Denpasar.

Jim Aghahowa Omoruyi alias Alex Miguel Sheriff (40), seorang WN Nigeria yang dibekuk oleh kepolisian pada 14 Desember 2011 lalu. Dia ditangkap karena melakukan penipuan terhdap wanita berinisial IP seorang pengusaha kargo, hingga rugi Rp 1,3 miliar. Jim juga sempat tercatat sebagai pemain bola di klub PSIS Semarang.

Kabur dari Rumah Sakit

Tersangka kasus pembobolan rumah, Rudianto, berhasil kabur dari ruang perawatan Maleo, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel Kamis (30/8/2012) dini hari. Dia memanfaatkan kelalaian petugas polisi dan pihak rumah sakit.

Tersangka dirawat di rumah sakit akibat luka tembakan peluru petugas. Lalu dia melarikan diri dari ruang perawatan Maleo, RS Bhayangkara, saat istrinya melapor ke pos piket rumah sakit. Padahal salah satu tangan Rudianto diborgol di ranjang rumah sakit tersebut.

Membongkar Plafon Kamar Mandi

12 Tahanan Polsek Cempaka Putih melarikan diri pada Februari lalu. Para tersangka kasus narkoba dan pencopetan itu kabur dengan cara menggergaji teralis besi jendela, lalu menjebol atap kamar mandi yang terletak di dalam sel tahanan.

Para tersangka telah merencanakan pelarian itu selama satu minggu sebelumnya. Setelah berhasil kabur, mereka keluar di rumah makan (RM) Padang yang terletak persis di belakang ruang tahanan polsek tersebut. Para tahanan itu sempat mencekik dan mengancam membunuh karyawan rumah makan itu.

Dua tersangka Suwardi dan Agus berhasil ditangkap di Bekasi dan Tanjung Priok, beberapa jam usai melarikan diri.

Kabur dengan Pembesuk Bercadar

Roki, seorang tahanan teroris kabur dari Polda Metro Jaya. Peristiwa kaburnya Roki ini terjadi bersamaan dengan jam kunjungan pembesuk ke rutan tersebut. Saat itu, ada 23 pembesuk wanita bercadar yang datang membesuk sejumlah tahanan teroris.

Dari 23 pembesuk itu, tidak ada satu pun yang membesuk Roki saat itu. Diduga kuat, Roki berhasil lolos dari pengawasan petugas lantaran menyamarkan diri dengan menggunakan cadar.

Roki adalah tahanan titipan kejaksaan yang sudah mendapatkan vonis 6 tahun penjara atas keterlibatannya dengan jaringan teroris.

Ia sudah 1 tahun lebih menjalani masa tahanannya di Polda Metro Jaya. Di Rutan Polda Metro Jaya, Roki ditempatkan bersama tahanan teroris lain di blok khusus teroris di lantai 4.
Halaman 2 dari 6
(mad/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads