PPP: Terlalu Pagi Kedekatan SBY-Mega Berlanjut ke Politik

PPP: Terlalu Pagi Kedekatan SBY-Mega Berlanjut ke Politik

- detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 09:00 WIB
PPP: Terlalu Pagi Kedekatan SBY-Mega Berlanjut ke Politik
Jakarta - Sekjen PPP Romahurmuziy menyambut baik babak baru kedekatan Presiden SBY dan Megawati. Namun, ia berpendapat terlalu dini kedekatan dua tokoh itu berlanjut ke politik.

"Membaiknya kedua tokoh bangsa yang sama-sama pernah menjadi presiden tentu sinyal baik untuk simbol kerukunan yang harapannya akan menular kepada masyarakat di lapisan bawah," kata pria yang akrab disapa Romi itu saat berbincang dengan detikcom, Kamis (8/11/2012).

Menurut Romi, kondisi kerukunan bangsa Indonesia saat cukup rentan dengan isu perpecahan. Oleh karenanya, kedekatan keduanya seperti membawa angin segar bagi penguatan kerukunan masyarakat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Romi tak melihat kedekatan keduanya akan berlanjut di arena politik. Kedekatan yang ditunjukkan SBY dan Mega lebih bersifat personal yang terjadi pada momen khusus.

"Masih terlalu pagi ke arah situ (kedekatan politik)," ujarnya.

Hubungan Megawati dan SBY memang renggang sejak beberapa tahun ini. Sebagai Ketua Umum PDIP yang menempatkan diri sebagai partai oposisi, Megawati kerap mengkritik keras kebijakan SBY. Megawati juga jarang mau hadir ke Istana, bahkan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI sekalipun.

Namun ketegangan di antara mereka tak terlihat pada malam pemberian gelar pahlawan nasional bagi Bung Karno. Presiden SBY dan Megawati memang terlihat sangat dekat di Istana Negara. Pujian SBY saat memberikan gelar pahlawan nasional untuk Presiden RI pertama Soekarno menuai senyum manis Megawati.

Elite Partai Demokrat tak menampik awal kedekatan Mega-SBY. "Alhamdulillah, " kata Wasekjen PD Ramadhan Pohan, merespons sejarah baru kedekatan Mega-SBY.

(/)


Berita Terkait