Hubungan Baik SBY-Mega Berpengaruh Besar Bagi Politik Nasional

Hubungan Baik SBY-Mega Berpengaruh Besar Bagi Politik Nasional

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 07:55 WIB
Hubungan Baik SBY-Mega Berpengaruh Besar Bagi Politik Nasional
Jakarta - Sinyal kedekatan SBY dan Megawati Soekarnoputri disambut hangat banyak kalangan. Momentum pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi ayah Megawati, mantan presiden Soekarno, telah membawa angin segar bagi hubungan keduanya. Membaiknya hubungan kedua tokoh ini dipandang penting bagi bangsa Indonesia ke depan.

"Kita mengharapkan figur-figur pemimpin nasional ini karena mereka mempunyai visi kenegarawan yang unggul. Kedekatan mereka berdua diharapkan memiliki impact positif bagi bangsa ini," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto, saat berbincang dengan detikcom via telepon, Kamis (8/11/2012).

Gun Gun memandang pengaruh kedua tokoh tersebut sudah tidak diragukan lagi. Baik SBY maupun Megawati mempunyai basis massa yang besar. Basis massa tersebut merupakan modal bagi perubahan bangsa. Maka kedekatan mereka menjadi berpengaruh terhadap kondisi bangsa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira memang penting karena bagaimanapun Mega mempunyai basis masa yang jelas, PDIP adalah partai yang besar. Sementara Pak SBY adalah presiden dari partai yang besar juga," ujar Gun Gun.

Membaik tidaknya hubungan SBY dan Megawati menurut Gun Gun tergantung pada kedua tokoh itu sendiri, apakah mereka bisa legowo meninggalkan masa lalu dan bisa menatap ke masa depan yang lebih baik.
"Ini adalah keadaban berpolitik, elit bisa saling bersinergi yg sifatnya lebih substantif" pungkas Gun Gun.
Β 
Hubungan Megawati dengan SBY sempat renggang menjelang Pilpres 2004. Saat itu Megawati duduk sebagai Presiden menggantikan Gus Dur yang diberhentikan MPR. Setelah hubungan keduanya menjadi santapan politik, SBY memilih mundur dari kabinet Mega.

Mega dan SBY resmi menjadi rival politik di Pilpres 2004. SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) sukses menaklukkan Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Mereka bertarung lagi pada Pilpres 2009, lagi-lagi dimenangkan SBY.

Momentum pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soekarno-Hatta pada hari ini seperti membuat sejarah baru kedekatan hubungan Mega-SBY. Megawati tak hanya hadir di acara penyerahan gelar pahlawan nasional untuk ayahnya, Soekarno, tapi juga melempar senyum sembari mendengarkan pidato SBY. SBY seolah juga tak mau merelakan momentum penting ini untuk membangun babak baru hubungan dengan Megawati.

(rmd/rmd)


Berita Terkait