"Lihatnya dari etika politik. Kalau masalah cari panggung, sebagian besar anggota dewan juga cari panggung," kata Andrinof kepada detikcom, Rabu (8/11/2012).
Menurut Andrinof, motivasi Dahlan tidak perlu dihubung-hubungkan dengan masalah yang ada. Yang terpenting adalah penyelesaian permasalahannya, yaitu mengusut siapa saja oknum DPR yang gemar memeras BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pernyataan Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi PDI-P, Effendi Simbolon, bahwa Dahlan mengalihkan isu pemborosan PLN Rp 37 triliun, Andrinof berpendapat bahwa Komisi VII bisa menyelesaikannya dengan prosedur yang sah.
"Menurut saya Komisi VII nggak usah geram. Kalau memang ada kesalahan dari Dahlan Iskan, silakan diungkap balik. Tapi bukan berarti itu digunakan untuk menghentikan Dahlan Iskan dalam mengungkap oknum DPR," ujar Andrinof.
Dahlan Iskan telah menyetor 8 nama anggota DPR yang diduga memeras BUMN ke BK. Anggota BK, Usman Jafar telah menyebut Sumaryoto (PDIP) dan Idris Laena (Golkar) sebagai dua orang yang dilaporkan Dahlan. Sumaryoto diduga memeras PT Merpati. Sedangkan Idris diduga memeras PT PAL dan PT Garam. Ketiga perusahaan tersebut menolak permintaan upeti dua anggota DPR tersebut.
(rmd/rmd)











































