Kasus Hambalang, KPK Bahas Kiriman Mobil dari Nazaruddin ke Anas

Kasus Hambalang, KPK Bahas Kiriman Mobil dari Nazaruddin ke Anas

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2012 18:26 WIB
Kasus Hambalang, KPK Bahas Kiriman Mobil dari Nazaruddin ke Anas
Jakarta - Pengembangan kasus Hambalang terus digarap jajaran penyelidik dan penyidik KPK. Lembaga antikorupsi ini mulai membahas lebih jauh mengenai pengiriman mobil mewah dari M Nazaruddin ke Anas Urbaningrum.

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, penyelidikan kasus Hambalang memasuki tahap akhir. Fokus perkara dalam penyelidikan ini berbeda dengan penyidikan kasus Hambalang yang lebih tertuju pada penyalahgunaan kewenangan di Kemenpora dengan menghadirkan PPK proyek ini Dedi Kusdinar sebagai tersangka.

Penyelidikan baru ini mengusut mengenai pemberian fee yang diduga menjadi sebagai imbalan atas menangnya PT Adhikarya dan juga atas terbitnya lahan sertifikat Hambalang. "Pemberian mobil ke Anas sedang ditelusuri," ujar seorang petinggi KPK di sektor penindakan, Rabu (7/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petinggi tersebut mengatakan, mengenai pemberian mobil itu mulai dibahas di gelar perkara kasus Hambalang. Namun kecepatan penanganan kasusnya terhambat karena banyaknya penyelidik yang menjalani pelatihan untuk menjadi penyidik internal dan juga banyaknya penyidik yang kembali ke Mabes Polri.

"Karena persoalan itu kecepatan kami jelas berkurang," ujar sang petinggi ini.

Seperti dinyatakan oleh mantan Bendum Demokrat M Nazaruddin, Anas disebut menerima mobil Toyota Harrier pada November 2009, yang mana dana pembelian kendaraan itu berasal dari PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya yang telah memenangkan tender proyek Hambalang.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas pada awal Oktober kemarin menyatakan, pihaknya telah menemukan petunjuk yang mengarah pada keterlibatan Anas Urbaningrum ini.

"Berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada memang seperti itu. Tapi petunjuk belum bisa disimpulkan sebagai bukti, harus disaturangkaikan dengan bukti-bukti lain," kata Busyro.

"Sudah kita ketahui ada sopir Anas dipanggil dan seterusnya. Jadi kita mengapresiasi setiap informasi atau petunjuk-petunjuk yang masuk kita kembangkan," sambung wakil ketua KPK bidang pencegahan ini.

Anas yang telah diperiksa KPK terkait kasus Hambalang ini membantah apa pun tudingan keterlibatan kepada dia terkait dugaan korupsi proyek pembangunan fasilitas olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Apa saya tahu soal proyek Hambalang? Saya jelaskan tidak tahu dan bagaimana proyek Hambalang itu," kata dia beberapa waktu lalu.

Ia juga mengaku mendapat pertanyaan apakah dirinya memerintahkan anggota Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, mengurus sertifikat tanah di Hambalang. "Apa saya memerintahkan Pak Mulyono, saya jawab saya tidak pernah memerintahkan untuk mengurus sertifikat tanah Hambalang," ujar Anas.

(/ndr)


Berita Terkait