Polisi masih menyelidiki perampokan di Pegadaian Cipete, Jakarta Selatan, yang menelan kerugian hingga Rp 2,2 miliar. Saat ini polisi masih mencari sampel darah dari perampok yang terluka akibat dilempari satpam Pegadaian dengan sejumlah benda.
"Kita mencari sampel darah yang ada di lokasi. Karena siapa tahu dari darah yang kita temukan di lokasi menujukkan darah pelaku. Sebab saat kejadian satpam melemparkan konblok dan alat-alat bengkel ke pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Cilandak AKP Alam Nur saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Alam mengatakan, saat ini polisi telah memeriksa 6 orang saksi, 3 orang merupakan karyawan Pegadaian, satu satpam dan dua orang saksi dari warga. "Kalau CCTV kita bawa untuk penyelidikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alam mengatakan, 1 jam sebelum merampok Pegadaian Cipete, kelompok ini juga menyatroni Pegadaian di Jl Fatmawati. Cuma peristiwa ini bisa digagalkan karena ketahuan satpam yang kemudian meminta bantuan kepada warga yang ada di kawasan itu.
"Kejadian di Fatmawati ini terjadi 1 jam sebelum perampokan di Cipete," katanya.
Perampok berhasil menggondol emas dari kantor Pegadaian Unit Pembantu Cabang Cipete. "Ada 700 potong perhiasan emas, nilai total Rp 2,2 miliar, uang tunai nggak ada," ujar Kepala Humas Kanwil Pegadaian Jakarta, Matsani, saat dihubungi wartawan, Selasa (6/11).
(nal/nrl)










































