Dalam pidatonya, SBY menyampaikan lima hal yang membuatnya terkesan pada sang proklamator. Lima poin itu menyangkut karakter hingga jasa dan pengorbanan Bung Karno sejak zaman kemerdekaan.
"Pertama, adalah pikiran dan Pidato Bung Karno yang mengubah jalannya sejarah, yaitu : Indonesia Menggugat, Desember 1929, Pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila, dan Pidato di depan Sidang Umum PBB, 30 September 1960 yang berjudul "To Build the World Anew," kata SBY di hadapan keluarga Bung Karno dan jajaran menteri di Istana Negara, Rabu (7/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keempat, idealisme dan komitmen Bung Karno yang amat kuat pada nasionalisme dan persatuan bangsa, kedaulatan negara, serta kemandirian kita sebagai bangsa yang merdeka," sambungnya.
Dan terakhir, Bung Karno juga dianggap berjasa dalam menggelorakan semangat membaca, berpikir dan menuntut ilmu.
Sementara untuk Bung Hatta, SBY memuji jasa-jasanya dalam pidato, merintis kemerdekaan, idealisme dalam HAM, demokrasi serta koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
"Saudara-saudara, dengan semua hal yang melekat pada sosok kedua tokoh bangsa itu, beserta semua perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, maka sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan negara atas jasa-
jasanya yang luar biasa, pemerintah memutuskan untuk menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta," papar SBY.
(mad/aan)











































