Ucapan Selamat dan Harapan kepada Obama Mengalir dari Senayan

Ucapan Selamat dan Harapan kepada Obama Mengalir dari Senayan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 07 Nov 2012 12:24 WIB
Ucapan Selamat dan Harapan kepada Obama Mengalir dari Senayan
Jakarta - Barack Obama kembali memenangi Pilpres Amerika Serikat. Ucapan selamat untuk Presiden AS incumbent tersebut pun mengalir dari Senayan.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik secara khusus berharap di masa pemerintahan kedua, kebijakan politik Obama lebih berpengaruh secara signifikan bagi Indonesia.

"Selamat untuk Obama yang terpilih kembali. Bila menengok kebijakan politik Obama selama 4 tahun ini, tidak ada kebijakan-kebijakan khusus yang signifikan bagi Indonesia. Secara umum kebijakan politik LN AS masih tetap," kata Mahfudz kepada detikcom, Rabu (7/11/2012).

Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat, menurut Mahfudz, harusnya lebih menguntungkan Indonesia. Bagaimanapun Indonesia menjadi salah satu negara yang saat ini dilirik oleh Amerika.

"Perhatian lebih terhadap Indonesia adalah konsekuensi dari orientasi AS yang mulai mengalihkan fokus ke Asia Timur atau Asia Pasifik. Pesan saya, Obama jangan ciptakan ketegangan baru di kawasan Asia Timur, khususnya dalam konteks konflik laut Cina Selatan. Kehadiran militer AS besar-besaran di kawasan ini berdampak pada keamanan politik-ekonomi yang serius bagi Indonesia," harap Mahfudz.

Ucapan selamat juga datang dari anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar, Tantowi Yahya. Harapan yang sama disampaikan, agar pemerintah Indonesia meningkatkan kualitas hubungan dengan Amerika.

"Selamat kepada Obama, dengan harapan hubungan yang lebih baik dengan Indonesia. Saya tidak yakin kalau Romney yang menang hubungan AS dengan Indonesia bisa sedekat saat ini. Namun hubungan baik dengan AS harus lebih dikapitalisasi oleh Indonesia, ini sangat penting untuk peningkatan perekonomian Indonesia," kata Tantowi.

Presiden Amerika Serikat (AS) berhasil memenangi pilpres tahun ini dengan mengungguli perolehan Electoral College atas penantangnya, Mitt Romney. Hingga berita ini diturunkan, selisih perolehan suara antara kedua kandidat benar-benar tipis, yakni hanya sekitar 222.356 suara.

Dalam hasil penghitungan seperti dilansir CNN, Rabu (7/11/2012), secara persentase kedua kandidat sama-sama memperoleh 49 persen suara. Namun perolehan popular vote Obama sebenarnya lebih sedikit dari Romney.

Obama meraih 46.159.364 suara, sedangkan Romney sedikit lebih banyak dengan 46.380.720 suara. Meski lebih unggul, perolehan popular vote tidak berpengaruh terhadap hasil pilpres. Sebab yang diperhitungkan adalah perolehan suara Ellectoral College.

Penghitungan perolehan suara Ellectoral College menunjukkan Obama kini jauh mengungguli Romney dengan 281 suara melawan 201 suara. Dibutuhkan 270 suara Ellectoral College untuk memenangkan pilpres AS.

(van/nrl)


Berita Terkait