"Ada 180 titik rawan konflik, tersebar di seluruh wilayah di Indonesia," kata Mensos Salim Segaf Al Djufri di Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Penyebab pertikaian dan konflik itu bermacam-macam, mulai dari tawuran hingga urusan agama. "Tawuran 30% persen, selain itu karena agama, Pilkada, dan pengangguran," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya banyak SMS yang membuat orang marah, ada yang provokasi dan menghakimi masyarakat. Nanti dari kami ada SMS yang meredam," jelasnya.
Selain itu, untuk mencegah konflik, solusi yang terbaik adalah dengan meningkatkan kesejahteraan sosial. "Semua lini harus kerjasama. Tokoh-tokoh masyarakat, kepolisian, harus ada penjagaan bersama," tegas Salim.
(slm/ndr)











































