Komisi I DPR: Kemenangan Obama Harus Lebih Dimanfaatkan Indonesia

Komisi I DPR: Kemenangan Obama Harus Lebih Dimanfaatkan Indonesia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 07 Nov 2012 11:52 WIB
Komisi I DPR: Kemenangan Obama Harus Lebih Dimanfaatkan Indonesia
Jakarta - Barack Obama kembali memenangkan Pilpres Amerika Serikat. Komisi I DPR mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia dengan AS tak hanya sekedar good friend namun menjadi good counterpart.

"Selama empat tahun ini kita merasakan kepemimpinan Presiden Obama itu membuat Amerika Serikat menjadi humanis, menjadi friendly. Kemenangan Obama ini adalah poin penting yang menjadi catatan sejarah hubungan Indonesia dan Amerika. Indonesia harus memanfaatkan kedekatan psikologis antara kita dengan Obama," kata anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, kepada detikcom, Rabu (7/11/2012).

Menurut Tantowi, tak ada sejarah hubungan dekat Indonesia dengan Amerika seperti saat ini. Karena Obama punya khusus dan memahami kultur Indonesia. Posisi ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas hubungan kerjasama dengan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbagai atribut positif Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, negara Islam yang paling demokratis, itu harus menjadi nilai tawar kita ketika berhubungan dengan AS selama 4 tahun ke depan. Jangan lagi posisi kita menjadi good friend namun menjadi good counterpart. Hubungan ini harus benar-benar dikapitalisasi oleh pemerintah," tegas Tantowi.

Tantowi meyakini kemenangan Obama menjadi berkah bagi Indonesia. Karena kalau Presiden AS berganti, bisa jadi Indonesia tak lagi dilirik Amerika Serikat.

"Selamat kepada Obama, dengan harapan hubungan yang lebih baik dengan Indonesia. Saya tidak yakin kalau Romney yang menang hubungan AS dengan Indonesia bisa sedekat saat ini. Karena kelemahan AS itu pengetahuan mereka tentang dunia luar sangat sempit, mereka tidak sembarangan membangun hubungan baik. Karena itu beruntung saat ini kita punya kedekatan dengan kepala negara adidaya yang sangat mengerti Indonesia," tegasnya.

(van/ndr)


Berita Terkait