Bom Kedubes, Surat Bunuh Diri Dibuka dengan Tulisan Arab
Rabu, 15 Sep 2004 18:29 WIB
Jakarta - Surat bunuh diri menjadi salah satu petunjuk polisi melacak pelaku bom di depan Kedubes Australia. Polisi masih merahasiakan penulis surat itu. Hanya disebutkan, surat itu dibuka dengan tulisan Arab. "Surat yang ditulis tersangka tidak bisa disampaikan karena itu adalah dokumen untuk peradilan. Yang jelas ada. Jumlahnya baru ada satu buah. Ditulis dalam bahasa Indonesia dengan campuran tulisan arab sedikit pada bagian pembukaan," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung, dalam jumpa pers dengan wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2004). Polisi belum mau memastikan apakah surat itu merupakan surat Hasan atau Jabir yang direkrut Dr Azahari untuk melakukan bom bunuh diri.Nama Hasan dan Jabir diungkap Kapolri sebagai orang yang direkrut oleh Azahari untuk melakukan bom bunuh diri. Polisi sudah mengambil sampel darah orang tua keduanya untuk dilakukan tes DNA dicocokkan dengan serpihan tubuh yang masih diperiksa di RS Polri Kramatjati. Suyitno sendiri masih menolak menyebut nama orang yang dicurigai. Alasannya polisi masih melakukan penyelidikan secara tertutup untuk mengejar pelaku. Pelaku bom itu dicurigai dilakukan oleh kelompok Jatim, Jateng dan Jabar. "Dari kelompok-kelompok itu memang sudah ada yang ditahan. Tapi yang lain masih ditelusuri dan ini makan waktu karena menyangkut jaringan yang tertutup," katanya. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman juga menolak memberi identitas detil Hasan dan Jabir. Hal itu, katanya, dilakukan untuk menjamin keamanan keluarga.
(iy/)











































