Kerja Menantang Maut 'Spiderman Bajakan' di Cibubur

Kerja Menantang Maut 'Spiderman Bajakan' di Cibubur

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2012 07:25 WIB
Kerja Menantang Maut Spiderman Bajakan di Cibubur
Tiga pekerja bangunan sibuk mengecat sebuah mal di Cibubur (Edward/detikcom)
Jakarta - Tiga orang pekerja bangunan ini terlihat sibuk mengecat sebuah mal di Cibubur hanya dengan peralatan keamanan seadanya. Mereka bergelayutan di tali sambil berpegangan pada batang bambu penopang sederhana.

Jefry, Aris dan Omen nama ketiga pekerja bangunan itu. Mereka semua berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, sengaja merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah.

Saat ditemui detikcom, Selasa (6/11/2012), mereka sedang istirahat dari pekerjaan. Tugas ketiganya adalah mengecat bangunan mal setinggi puluhan meter itu hingga kembali mengkilat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peralatan mereka sederhana. Cukup dengan kuas dan cat, lalu tali yang diikat di tubuh. Tak lupa, sejumlah batang bambu yang disusun sebagai pijakan. Sebuah jaring besar dipasang di bawah bambu. Tak ada helm pengaman atau peralatan penunjang keselamatan lainnya.

Sesekali, para pekerja itu juga mengangkut bambu untuk disusun. Sebagian lagi, ada yang mengecat dan membersihkan dinding.

"Antara takut nggak takut kerja begini, tapi udah biasa juga kerja kayak gini. Udah kerja kaya spiderman bajakan," kata Aris.

Menurut Aris, sebetulnya ada tujuh orang pekerja dalam proyek ini. Guna mengecat seluruh bangunan, diperkirakan butuh waktu tiga bulan.

"Sekarang baru masuk bulan pertama," terangnya sambil ngos-ngosan.

Para pekerja dibayar Rp 75 ribu per hari. Mereka ke Jakarta mengaku diajak oleh orang tua sejak beberapa bulan lalu.

Saat ditanya soal keselamatan, para pekerja mengaku khawatir dengan risiko itu. Tapi, kebutuhan akan upah lebih penting bagi mereka.

"Tadi kerja pake tali pengaman di pinggang, cuma nggak dikaitin biar nggak ribet," ucap Jefry enteng.

Bila hujan, pekerjaan mereka pun dihentikan. Termasuk bila angin kencang melanda.

"Namanya juga kerja, ya pasti ada risiko. Kita jalani saja," tambah Jefry.

(edo/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads