Penonaktifan 12 Fungsionaris Golkar Timbulkan Opini Buruk

Penonaktifan 12 Fungsionaris Golkar Timbulkan Opini Buruk

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2004 18:04 WIB
Jakarta - Priyo Budi Santoso, fungsionaris Partai Golkar yang dinonaktifkan menilai keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar yang menonaktifkan 12 fungsionaris DPP Partai Golkar adalah sikap yang berlebihan. Keputusan itu juga akan menimbulkan opini buruk di masyarakat."Kalau benar ada semacam pemberhentian sementara, hemat saya itu sudah sangat berlebihan dan kami diperlakukan secara sunguh tdak adil," kata Pryio di Blora Center, Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat. Priyo mengungkapkan hal itu sebelum mengikuti diskusi di markas pendukung SBY-JK itu.Menurut Priyo, dirinya dan 11 fungsuonaris Partai Golkar harusnya diundang menghadiri rapat pleno yang berlangsung tadi malam."Masalah pemecatan anggota partai adalah masalah yang sangat serius. Menurut AD/ART partai, harusnya dalam rapat pleno kami diundang, karena kami adalah nara sumber utama yang dapat menjelaskan dan mengklarifikasi terhadap beberapa tuduhan DPP Partai Golkar," ungkapnya. Oleh karena itu, tambah Priyo, keputusan DPP adalah keputusan sepihak. "Dalam rapat pleno kami tidak diundang. Dan itu keputusan yang sepihak sebelum mendapat penjelasan dari kami," kata Priyo.Hal ini lah, kata Priyo, yang harus dipertanyakan. "Saya wajib membela hak saya. Atas alasan apa DPP melakukan itu. Saya ingin tanya juga kepada pak Akbar," tandas Priyo.Menurut Priyo, keputusan DPP dapat menimbulkan opini buruk di masyarakat. "Akan timbul opini masyarakat bahwa dalam tubuh Golkar sekarang ini, kalau terjadi perbedaan pendapat bisa main pecat," kata Priyo. (mar/)


Berita Terkait