Tak Ada Eksodus Penghuni Apartemen Rasuna-Kuningan

Tak Ada Eksodus Penghuni Apartemen Rasuna-Kuningan

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2004 17:50 WIB
Jakarta - Para orang asing yang banyak menghuni Apartemen Rasuna alias Aston Rasuna Residence, mengaku takkan pindah lokasi meski disarankan pindah oleh AS dan Australia karena dikhawatirkan akan ada serangan teroris.Mereka menilai, bom bisa terjadi di mana saja sehingga tidak memaksa mereka untuk buru-buru hengkang pasca bom yang meledak di depan Kedubes Australia pada Kamis (9/9) lalu.Berikut wawancara detikcom dengan tiga warga asing yang tinggal di Apartemen Rasuna. Metreka ditemui saat santai di Rasuna Club, Jl.HR Rasuna Said Kav 22 C, Jaksel, Rabu (15/9/2004).Chris Thompson, warga ASSaya bekerja sebagai eksportir tuna. Saya sudah tinggal 9 bulan di Jakarta. Saya prihatin dengan musibah bom yang terjadi. Dan saya juga menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang kurang serius.Tapi itu bukan berarti saya akan pindah dari Kuningan atau Jakarta. Tragedi bom memang mengerikan, tapi itu bisa terjadi di mana saja.Sebelum saya tinggal di Jakarta, saya pernah tinggal di Ambon selama 4 bulan. Di sana saya melihat kondisinya lebih buruk. Namun semua itu tidak membuat saya berpikir untuk pindah.Paul Earson, warga AustraliaSaya baru tinggal 5 minggu di Apartemen Rasuna. Saya tentu prihatin dengan kejadian beberapa hari lalu. Teroris memang telah menyengsarakan banyak orang dan membuat kacau negeri ini. Tapi itu tidak membuat saya kemudian memutuskan untuk pindah. Lagipula ke mana saya akan pindah? Karena bisnis saya ada di sini.Farid Ahmad, warga PalestinaSaya sudah tinggal 15 tahun di Indonesia. Kondisi di Indonesia termasuk aman, paling tidak dibandingkan dengan Palestina. Di Palestina, bom meledak tiap hari. Kekacauan hampir terjadi tiap jam.Sedangkan bom di sini meledak hanya sekali-kali, tidak sebanyak di sana. Sebenarnya peristiwa bom terjadi di mana-mana, tidak cuma di Indonesia. Bahkan di AS saja terjadi. Saya merasa di sini aman-aman saja.Di apartemen ini banyak orang AS atau Australia. Saya tanya mereka kok tidak pindah? Mereka menjawab di sini aman-aman saja kok, jadi tidak perlu pindah. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads