Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.17 WIB di Km 6 + 2/3 antara stasiun Alas Tuwo-Semarang Tawang. Truk proyek double track bernopol H 1334 TG tersebut mengangkut tanah dan batu dari arah Timur menuju barat lewat sebelah kiri rel. Namun tiba-tiba truk terguling ke arah kanan tepat di tengah rel.
"Biasanya jalan di sisi kanan rel, tapi ini tadi ada perintah dari proyek untuk jalan di sisi kiri. Pas lagi jalan tiba-tiba truk oleng ke kanan," kata sopir truk Muhosin (41) di lokasi kejadian, Selasa (6/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keluar dari pintu. Yang ada di rel itu bagian belakang truk," jelas Muhosin.
Truk yang terguling tersebut lalu dievakuasi menggunakan alat berat. Kemudian tanah dan batu yang tumpah juga disingkirkan dari rel. "Evakuasi butuh 1,5 jam," tandas Muhosin.
Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo mengatakan, pihaknya akan meminta ganti rugi kepada satker yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Kerugian akan dihitung dari kelambatan waktu yang dialami dua kereta yang sempat tertahan.
"Dari KAI akan minta ganti rugi karena kereta kami tertahan akibat kejadian itu. Kami akan menghitung keterlambatannya," kata Sapto.
Untuk penumpang, lanjut Sapto, belum ada pemberian ganti rugi karena kereta yang tertahan tidak lebih dari tiga jam.
"Kalau tertahan tiga jam, ada recovery berupa makan dan minum. Tapi ini belum ada tiga jam jadi belum ada recovery," imbuhnya.
(alg/try)











































