Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait menegaskan partainya menghormati proses penyelidikan yang dilakukan Badan Kehormatan (BK) DPR terkait dugaan pemerasan terhadap direksi BUMN. PDIP menunggu hasil pemeriksaan BK.
"Kita akan mendapatkan dari BK. Kesimpulan itu yang akan menjadi masukan bagi partai kami," kata Maruarar di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jaksel, Rabu (6/11/2012).
Menurut dia pengaduan terhadap anggota dewan bukan hal yang baru. Maruarar yakin BK akan memeriksa kasus ini dengan obyektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruarar menambahkan, pelaporan mengenai dugaan pemerasan oleh anggota dewan kepada direksi BUMN merupakan bentuk pengawasan terhadap dewan .
"Sekarang Pak Dahlan menteri BUMN mengadukan unsur legislatif yang harusnya mengawasi, menurut saya baik, untuk melakukan check and balances, ada keseimbangan disitu," terangnya.
Dia menegaskan partainya akan tetap memegang asas praduga tak bersalah terkait disebutnya nama Sumaryoto yang diduga ikut memeras direksi BUMN. "Kita harus mengutamakan asas praduga tidak bersalah, tidak bisa membunuh karakter seseorang, diverifikasi dulu," ujarnya.
Namun bila Sumaryoto dinilai terbukti terlibat kasus upaya pemerasan, PDIP akan memberikan sanksi tegas. "Kalau ada yang melanggar, tentunya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas," katanya.
Sumaryoto tadi datang ke kantor DPP PDIP untuk mengklarifikasi ke pimpinan partai mengenai kasus dugaan pemerasan. Namun Sumaryoto bungkam ketika ditanya wartawan saat keluar dari kantor sekitar pukul 17.30 WIB.
(fdn/riz)











































