Sebelumnya Haris pernah melaporkan Wa Ode Nurhayati soal dugaan adanya penyuapan. Namun laporan itu dinilai salah alamat, Haris pun dirujuk langsung ke Badan Kehormatan DPR.
Nah kondisi inilah yang membuat miris majelis hakim Pengadilan Tipikor. Sebagai lembaga negara, seharusnya Sekjen bisa menjaga wibawa DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sikap dari saudara untuk cari tahu siapa Haris?" tanya Hendra kepada Nining di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (6/11/2012).
Saat itu Nining mengaku memang tidak mencari tahu. Bahkan saat kasus DPID ini sudah bergulir deras, Nining pun masih emoh mencari tahu identitas Haris.
"Saudara makan gaji nggak dari situ? Kenapa nggak berusaha cari tahu?" cecar Hendra lagi.
Mendapat kemarahan seperti itu, muka Nining pun langsung lesu. Ia berjanji akan segera mencari tahu apakah Haris merupakan staf dari salah satu anggota DPR.
Hakim anggota lainnya, Pangeran Napitupulu, juga menyindir banyaknya fasilitas yang dimiliki anggota DPR. Jika dibandingkan dengan hakim, perbedaannya bagai langit dan bumi.
"Anggota DPR staf ahlinya ada banyak, kalau kami, yah merangkap staf ahli merangkap asisten," tegasnya.
(mok/fdn)










































