"Saat ini DPR sedang melakukan lelang terhadap item pekerjaan untuk tahun anggaran 2012," kata Ketua Investigasi dan Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (6/11/2012).
Uchok menjelaskan beberapa pekerjaan yang dilelang adalah penggantian pagar batas dengan Taman Ria DPR dengan biaya sebesar Rp 1 miliar, renovasi toilet Gedung Nusantara I DPR sebesar Rp 1,4 miliar dan perbaikan ruang kerja anggota Gedung Nusantara I DPR RI sebesar Rp 6,2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, proyek-proyek yang dilelang itu akan bernasib sama dengan proyek renovasi tempat parkir motor DPR yang sudah hampir satu tahun tak bisa digunakan karena adanya kejanggalan. "Kesalahan yang dilakukan oleh kedua pihak tetap saja terbuka kemungkinannya ada," tuturnya.
Dia juga heran dengan lelang pekerjaan penggantian pagar DPR. "Karena pagar pembatas masih ada, kok mau diganti?," tanyanya.
Lebih heran lagi dengan lelang pengerjaan toilet Gedung NusantaraI sebesar Rp 1,4 miliar. Padahal, proyek perbaikan toilet ini sudah sempat ditolak oleh publik.
"Kok bisa lupa para anggota DPR dan staf Sekjen DPR. Publik juga akan melihat proyek ini lucu sekali. Masa renovasi sampai miliaran rupiah," ujarnya.
Untuk pengerjaan renovasi ruang kerja anggota DPR, Uchok meyakini hal itu sebagai pengganti gedung baru DPR yang sempat dibatalkan. Apalagi nilai proyek itu cukup besar, yait Rp 6,2 miliar.
"Asik ya, tidak dapat gedung baru, dapat ruangan baru," ledek Uchok.
Dia juga menyebut semua proyek ini sengaja dilelang akhir tahun agar luput dari perhatian publik.
Menanggapi data-data FITRA, Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR Erry S Achyar tak membantah. Dia mengatakan proyek itu sudah sesuai dengan kebutuhan DPR dan telah disepakati oleh Bagian Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.
"Proyek ini kan memang sesuai dengan kebutuhan yang diminta dalam rapat BURT. Banyak keluhan anggota karena toiletnya itu banyak tidak berfungsi, rusak dan sebagainya. Kedua, juga permintaan ruang kerja," ujarnya.
"Ketiga, terkait pagar itu dalam rangka pengamanan. Permintaan pada saat panja mengenai masalah keamanan di lingkungan dan kawasan DPR dengan BURT," tambahnya.
(trq/rmd)











































