Akbar Siap Digugat, Kalla Dinilai Sering Campuri Urusan Golkar
Rabu, 15 Sep 2004 15:40 WIB
Semarang - Akbar mengaku siap menghadapi gugatan anggota dan pengurus Golkar yang dinonaktifkan. Dia juga menilai Kalla sering mencampuri urusan Golkar."Kami akan siap menghadapi siapapun yang akan menggugat kami, baik Pak Jusuf Kalla, atau teman-teman yang lain," kata Akbar menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan rencana gugatan yang akan dilayangkan para anggota dan pengurus Golkar yang dinonaktifkan.Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung sebelum acara kampanye Mega-Hasyim di Balai Diklat Jawa Tengah jalan Setia Budi Semarang, Rabu (15/9/2004). Acara dihadiri sekitar 300-an orang, yang merupakan massa 4 partai, yakni PDIP, Golkar, PPP, dan PDS.Kenapa Kalla diberhentikan dari penasihat Golkar? "Karena pada waktu dulu, dia sering mencampuri urusan Golkar. Pada saat yang sama, dia menjadi cawapres dari Partai Demokrat. Dia sama sekali tidak minta izin kepada partai," tukas Akbar.Dia mengaku yakin penonaktifan sejumlah anggota dan pengurus Golkar itu tidak akan berdampak buruk kepada Golkar. "Justru dengan adanya tindakan tegas itu, kami bisa lebih solid. Masyarakat dengan sendirinya juga akan tahu, yang dilakukan mereka-mereka itu salah," ujarnya.Menurut Akbar, Golkar menilai beberapa pengurus telah memperlihatkan tindakan-tindakan yang nyata-nyata menentang keputusan organisasi dengan mendirikan Forum Pembaharuan Partai Golkar."Forum tersebut tidak sah menurut aturan. Kabarnya dalam forum itu pada 16 September, mereka berencana mengundang orang-orang dari berbagai latar belakang. Tidak hanya dari Partai Golkar. Untuk itulah kami memutuskan untuk memberhentikan sementara sebagai pengurus atau anggota," tuturnya.Ditanya mengenai sanksi yang berbeda-beda, ada yang dinonaktifkan ada yang diberhentikan, Akbar hanya menjelaskan, urutan dari segi sanksi memang demikian. Ada yang diberhentikan sementara, ada yang diberhentikan tetap sebagai anggota atau sebagai pengurus.Kenapa baru dilakukan sekarang? "Langkah-langkah mereka tidak mungkin ditoleransi lagi. Karena itu kami berpendapat, sudah waktunya diambil tindakan tegas. Karena apa yag mereka lakukan bisa mengganggu soliditas partai," tukas Akbar.
(sss/)











































