Asap Tebal Kembali Selimuti Pekanbaru
Rabu, 15 Sep 2004 15:14 WIB
Pekanbaru - Seolah tak ada habis-habisnya persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Kini asap tebal kembali menyelimuti kota Pekanbaru. Jarak pandang di pagi hari terbatas di bawah 200 meter. Tapi pemerintah setempat mengklaim asap tebal merupakan kirimam dari Jambi.Dari pantaun detikcom, Rabu (16/9/2004) awan hitam sejak pagi menyelimuti Pekanbaru. Pada pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, jarak pandang mulai terbatas di bawah 200 meter. Walau kabut asap tebal menyelimuti, namun aktivitas warga masih berjalan normal. Tidak terlihat pula warga yang melakukan aktivitas di luar rumah menggunakan masker.Sekitar pukul 12.30 WIB, kota Pekanbaru diguyur hujan selama 30 menit. Tapi guyuran hujan itu tidak mampu menghilangkan asap tebal tersebut. Suasana ibukota Provinsi Riau itu masih terlihat seperti mendung. Cahaya matahari tidak mampu menembus tebalnya kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan. Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Riau, Khairul Zainal mengatakan, kabut asap dari pembakaran lahan dan hutan dalam sepekan ini merupakan kiriman dari provinsi tentangga, Jambi dan Kalimantan.Hal itu dimungkinkan karena berdasarkan pantuan setelit, jumlah titik api di Riau tidak lebih dari 9 titik api. "Dari hasil pemantauan satelit, belum ditemukan perkembangan jumlah titik api di Riau. Hampir sebagian besar daerah di Riau bersih dari aktivitas pembakaran lahan. Kecuali beberapa kabupaten dan kota yang beberapa waktu lalu memang sempat terdeteksi lewat penerbangan yang dilakukan tim Pusdalkarhutla," katanya.Namun Khairul mengakui beberapa aktivitas pembakaran lahan di Riau juga ikut menyumbang kabut asap di daerah ini. Berdasarkan pemantauan Bapedalda Riau melalui udara beberapa waktu, diketahui masih adanya aktivitas pembakaran lahan, di antaranya di Kabupaten Siak.Sejumlah warga mengeluh kabut asap membuat mata pedih bagi pengguna kendaraan roda dua. Apa lagi pada malam hari, udara terasa menyesakkan dada.
(nrl/)











































