"Kita tidak lagi mengirim barang hasil sweeping," kata Endayanti Dasril, Kepala Bidang Transportasi Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Di dalam pembicaraan teleponnya, Senin (5/11/2012), Enda jelaskan bagasi jemaah haji di Arab Saudi dikelola Mazroi. Ini perusahaan cargo lokal yang diminta Garuda Indonesia dan Saudi Airline untuk mengumpulkan bagasi sejak dari maktab hingga masuk ke dalam perut pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terserah nanti hasil sweeping itu Mazroi mau dikemanakan. Silakan saja kalau dia mau hanguskan," papar Enda.
Lebih lanjut dia menekan tidak ada perbedaan aturan kuota bagasi bagi jemaah haji yang diangkut oleh Saudia Airline dan Garuda Indonesia. Sejak awal Kemenag mentetapkan berat maksimal tas koper 32 kg, tas tentengan bagasi 7 kg dan tas paspor.
"Lebih dari itu tidak diangkut. Tapi kenyataannya di lapangan banyak yang menempel tas itu, sepanjang tidak membahayakan masih bisa diberikan sedikit peluang," jelas Enda.
(lh/van)











































