Cerita Sopir Tentang Dahlan Iskan dan Mobil Listriknya

Cerita Sopir Tentang Dahlan Iskan dan Mobil Listriknya

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 06 Nov 2012 02:00 WIB
Cerita Sopir Tentang Dahlan Iskan dan Mobil Listriknya
Foto: detikcom
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan Senin (5/11) kemarin datang ke DPR dengan menyetir sendiri mobil listrik warna hijau muda. Sopir yang biasa menemaninya hanya menguntit dari belakang menggunakan Mercy C200. Ternyata Dahlan memang suka menyetir mobil listriknya tersebut.

Syahidin, sopir Dahlan Iskan, mengungkapkan bahwa bosnya itu memang suka menyetir mobil listrik itu sendirian. Bahkan tak jarang dia ditinggal oleh Dahlan yang ingin menyetir sendirian.

"Mestinya saya yang bawa, tapi Bapak lebih suka nyopir sendiri, saya malah beberapa kali ditinggal," tutur Syahidin, saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syahidin menuturkan, kalaupun dia diajak oleh Dahlan, sang bos tetap menyetir sendiri mobil bernama AHMADI itu. Dia malah duduk santai di sebelah Dahlan yang menyetir. Hal itu juga dilakukan Dahlan saat datang ke istana.

"Saya yang disopirin, kalau ke istana saya jadi suka diledekin," tutur pria yang telah menjadi sopir Dahlan sejak 2009 itu sambil tertawa.

Ketika memenuhi panggilan DPR terkait pemerasan BUMN oleh Anggota DPR kemarin, Dahlan juga enggan disopiri oleh Syahidin. Pria yang gemar memakai sepatu kets itu memilih menyetir mobil listrik hijau mudanya sendiri menyusuri jalan Jakarta.

"Beliau nggak mau didampingi. Jadi saya ngikutin dari belakang. Saya pakai Mercy C200 punya direksi BUMN juga. Bukan ngawal, karena memang beliau nggak mau didampingin," tuturnya.

Dahlan mengendarai mobil listrik itu dari Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Dia sempat disetop oleh polisi di Semanggi, namun kemudian dipersilakan meneruskan perjalanan.

Dahlan tiba di DPR pukul 09.40 WIB di Gedung DPR. Di hadapan Badan Kehormatan (BK) dia membeberkan dua nama yang pernah memeras BUMN beserta modus dan jumlah uang yang diminta.

(tor/van)


Berita Terkait