LSI: Bom Kedubes Australia Untungkan SBY-JK
Rabu, 15 Sep 2004 14:26 WIB
Jakarta - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan popularitas SBY-JK semakin meningkat pasca bom di depan Kedubes Australia. Dukungan SBY-JK mencapai 61,3 persen. Sementara, Mega-Hasyim hanya 32,7 persen."Untuk SBY-JK angka ini kurang lebih sama dengan hasil survei LSI bulan Agustus lalu. Sedangkan pasangan Mega-Hasyim angka ini ada peningkatan sekitar 2 persen," jelas Direktur Eksekutif LSI M Qodari dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (15/9/2004).Menurut Qodari, secara kebetulan LSI telah melakukan pengumpulan data survei secara nasional mulai 10 September hingga 12 September 2004 atau sehari setelah bom Kedubes Australia meledak. "Melihat angka itu, boleh jadi bom Kuningan memang menguntungkan SBY-JK karena tren popularitas pasangan ini dari survei LSI bulan Juli dan Agustus sebelumnya menunjukkan penurunan. Mungkin, jika tidak ada bom Kuningan popularitas SBY-JK lebih lebih rendah dari bulan Agustus.Popularitas SBY-JK bertahan karena simpati publik naik lagi dan berita Kolisi Kebangsaan tenggelam oleh berita bom Kuningan," paparnya.Namun begitu, Qodari menggarisbawahi bahwa analisis mengenai dampak bom di depan Kedubes Australia terhadap popularitas capres bersifat spekulasi. Survei LSI tidak secara sengaja dirancang untuk mengetahui dampak bom terhadap popularitas capres-cawapres, tetapi kebetulan survei dilakukan setelah bom meledak."Yang pasti survei dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, yaitu di 150 desa dan kelurahan dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih dengan metode standar dan multi stage random sampling. Data ini dikumpulkan dengan metode wawancara tatap muka dan sampling error 3 persen," kata Qodari.Dalam survei itu, ditanyakan alasan utama responden memilih capres. Di antara alasan itu, ada enam alasan yang banyak tersebut, yaitu mampu mengatasi masalah ekonomi sekitar 22,1 persen, mampu menciptakan keamanan dan ketertiban 17,3 persen, berwibawa 14,2 persen, perhatian kepada rakyat 9,6 persen, jujur 6,9 persen dan mampu memberantas KKN 6,3 persen.Keunggulan SBY-Kalla ditinjau dari pulau, provinsi kecuali Jawa Tengah dan etnis menunjukkan SBY-Kalla cenderung lebih didukung termasuk pada level pendidikan dan agama.
(aan/)











































