Ada Praktik 'Kanibal' Alat Simulator Buatan Sukotjo?

Ada Praktik 'Kanibal' Alat Simulator Buatan Sukotjo?

- detikNews
Senin, 05 Nov 2012 20:34 WIB
Ada Praktik Kanibal Alat Simulator Buatan Sukotjo?
Bandung, - Sukotjo S Bambang sempat deperlihatkan tiga unit alat simulator saat menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Geneca, Kota Bandung, Senin (5/11/2012). Saksi kunci kasus dugaan kasus Simulator SIM Korlantas Mabes Polri ini sempat keheranan lantaran menemukan perbedaan komponen. Disinyalir ada praktik 'kanibal'?

Eriek S Paat, pengacara Sukotjo, menyebutkan ada tiga unit simulator yang diperlihatkan itu terdiri dua unit dari R2 (roda dua), dan satu unit R4 (roda empat). Menurut Eriek, selama ini Sukotjo memproduksi hasil karya orisinil berupa alat peraga tes pengemudi dengan bendera PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI).

Secara spesifik, R2 itu masing-masing diproduksi pada 2010 dan 2011. Kalau R4 keluaran 2011. "Jadi ada komponen punya dia (Sukotjo), dan bukan. Jelasnya, ada komponen bukan (produksi) PT ITI," jelas Eriek kepada wartawan di ITB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eriek melanjutkan, alat simulator R2 buatan 2010 secara fisik diakui diproduksi Sukotjo. Namun sempat dilihat komponennya, ternyata terdapat komponen buatan 2010 dan 2011. Eriek tak menjelaskan rinci komponen dimaksud. "Jadi ada komponen campuran atau 'kanibal'. Saya enggak mengerti kompenan yang mana saja. Tadi belum dibongkar semua," ungkap Eriek.

Untuk alat simulator R2 keluaran 2011, Eriek menjelaskan, Sukotjo mengakui sepintas memiliki kesamaan komponen yang diproduksi PT ITI. Tetapi, sambung dia, perakitnya bukan PT ITI. "Namun untuk R2 itu ada perbedaan juga. Body-nya melingkar, dan terputus. Kalau (produksi) dulu menyambung. Selain itu, ada alat komputer. Nah, Sukotjo mengaku itu (alat komputer) bukan rakitannya," tutur Eriek.

Barang bukti simulator R4 yang dihadirkan tadi hanya sebatas diperlihatkan. Belum diperiksa Sukotjo. "Nanti ada kelanjutan pemeriksaan. Rabu depan (di ITB). Kalau dari banyak membicarakan teknis. Belum mendalam. Kemungkinan alat simulator itu 'dibedah'," ungkapnya.

Lebih lanjut Eriek menegaskan, perlu diklarifikasi soal 112 unit alat simulator. "Jadi begini, selama ini seolah-olah dia (Sukotjo) mengerjakan 112 unit. Padahal bukan begitu. Maksudnya, 112 unit itu yang sudah dikirim, sisanya 100 lebih masih proses dan belum terkirim," tutup Eriek.

(bbn/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads