BPK Belum Singgung Harga Komponen Simulator Buatan Sukotjo

BPK Belum Singgung Harga Komponen Simulator Buatan Sukotjo

- detikNews
Senin, 05 Nov 2012 19:53 WIB
BPK Belum Singgung Harga Komponen Simulator Buatan Sukotjo
Bandung, - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dominan membicarakan teknis pengerjaan simulator SIM yang diproduksi Sukotjo S Bambang. Selama lima jam memeriksa Sukotjo, BPK belum menyinggung mengenai harga komponen, dan bahan baku, alat simulator buatan pimpinan PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) tersebut.

Sukotjo yang merupakan saksi kunci kasus dugaan korupsi Simulator SIM Korlantas Mabes Polri, diperiksa di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (5/11/2012). Pemeriksaan yang menghadirkan juga salah satu ahli dari ITB itu berlangsung lima jam sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Belum menyinggung soal perbandingan harga. Jadi belum masuk ke komponen (simulator). Hanya tadi diperlihatkan barang bukti (alat simulator). Belum detail," kata Eriek, pengacara Sukotjo, saat ditemui wartawan di ITB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eriek menilai, tujuan pemeriksaan BPK terhadap Sukotjo disinyalir adanya kerugian negara. Pertanyaan diajukan BPK dan ITB itu seputar produksi simulator yang diproduksi Sukotjo pada 2010 dan 2011.

"Tadi itu ditanya berapa banyak produksi (alat simulator) R2 dan R4. Apa perbedaannya produksi 2010 dan 2011. Apa saja komponenya, dan hambatan pekerjaaan. Ya, seputar itu saja. Masalah teknis yang dibicarakan," beber Eriek.

Ada empat orang yang memeriksa Sukotjo. Mereka terdiri dari tiga petugas BPK bagian auditor, dan satu ahli asal ITB. Sebenarnya, kata Erik, tim ITB berjumlah tiga orang. Namun tidak diketahui kenapa dua ahli dari ITB berhalangan hadir.

Lebih lanjut Eriek menuturkan, Sukotjo kepada BPK dan pihak ITB sempat mengungkapkan alat simulator yang diproduksi PT ITI.

"Untuk R2 (roda dua) memproduksi empat hingga enam unit per harinya. Kalau untuk R4 (roda empat) per harinya tiga hingga empat unit," ucap Eriek.

(bbn/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads