"Tadi sempat diperlihatkan barang buktinya (alat simulator). Ada dua unit R2 (roda dua), dan satu unit R4 (roda empat). Masih utuh barangnya," jelas Erick S Paat, pengacara Sukotjo, kepada wartawan di ITB.
Alat simulator itu berada di lantai dua Lab.Termodinamika (PAU-Ilmu Rekayasa) ITB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas BPK dari bagian auditor berjumlah tiga orang. Kalau dari ITB itu satu orang, dia seorang ahli. Tapi saya enggak tahu persis ahli bagian apa," jelas Erick.
Sukotjo menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan Lab.Termodinamika ITB lantai tiga sejak pukul 12.00 WIB. Proses pemeriksaan rampung sekitar pukul 17.00 WIB. Selama pemeriksaan lima jam, pihak BPK dan ITB mengajukan jumlah pertanyaan seimbang. Namun Erick tidak mengetahui jumlah pertanyaannya.
"Tadi itu ditanya berapa banyak produksi R2 dan R4. Apa saja komponennya, dan hambatan pekerjaan. Ya, seputar itu saja. Masalah teknis yang dibicarakan," terangnya.
"Jadi belum mendalam," tambah Erick.
Sikap kooperatif, kata Erick, diperlihatkan Sukotjo sepanjang pemeriksaan. Sukotjo pun disebut mampu menjawab pertanyaan dari BPK dan ITB.
(bbn/mpr)











































