Di sejumlah titik, baliho bergambar Idris terpasang sejak beberapa waktu lalu. Seperti di Jalan Sudirman Pekanbaru, foto Idris terpampang dengan pose mengenakan peci disertai tulisan 'Anggota DPR RI Menuju Riau 1'.
Baliho serupa juga terpasang di Bengkalis, Pelalawan, dan tentu saja, tempat kelahiran Idris yakni Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau. Baliho-baliho tersebut seolah menunjukkan keseriusan Idris untuk mendaftar sebagai cagub Riau Juni 2013 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya no comment soal tudingan itu (pemerasan BUMN). Dia tidak begitu aktif di sini. Jadi anggota DPRD sini belum pernah," kata Sekretaris Tim Formatur DPD Partai Golkar Riau Suparman kepada detikcom, Senin (5/11/2012).
Sementara seorang pengurus SOKSI Riau Hemansyah menyatakan, pengurus DPD Golkar Riau kaget saat Idris disebut-sebut memeras BUMN. Jika tudingan tersebut benar, maka hal itu sungguh mengecewakan dan harus ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang ada.
"Dugaan pemerasan itu kan dilakukan secara individu, tidak atas nama partai. Maka sebaiknya, masalah ini diselesaikan lewat jalur hukum," kata Hermansyah.
Dengan adanya proses hukum, lanjut Hermansyah, hal itu akan membuktikan sendiri terlibat atau tidak dalam dugaan tersebut. Namun bila kondisi sekarang ini dibiarkan begitu saja, maka akan menjadi bola liar yang dapat merugikan nama baik Golkar.
"Kalau memang terbukti, dan nantinya menjadi tersangka, kita dari pengurus Riau minta segera dicopot. Kita pasti mendesak hal itu, karena Idris berasal dari daerah pemilihan di Riau," kata Hermansyah.
Oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Idris Laena dan Sumaryoto dilaporkan ke BK DPR telah memeras BUMN.
(trw/mad)










































