"Kita kasih kesempatan ke PKL untuk menempati pasar kita, ditampung sesuai dengan kemampuan kita, enam bulan gratis sewa tempat, kecuali yang pakai listrik itu beda lagi," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya, Jangga Lubis.
Hal ini disampaikan Jangga usai rapat tertutup dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan juga perwakilan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Jangga tidak dapat menyebutkan lokasi pasti pasar-pasar yang masih memiliki kios kosong.
"Saya tidak ingat, tepatnya itu ada 14.875 tempat usaha yang kosong yang nanti akan kita gunakan menampung kaki lima. Pada dasarnya, pedagang di pasar itu ingin kaki lima masuk ke dalam, karena mereka itu saingan mereka berjualan," ujar Lubis.
Lubis berharap program kios gratis selama 6 bulan itu dapat mengubah manajemen PKL menjadi pedagang formal.
"Harapan kita, dia (PKL) bisa jualan yang bagus hingga nantinya bisa jadi jualan formal. Selama enam bulan nanti kita akan evaluasi dengan APKLI. Kalau belum mampu ya kita lihat lagi bagaimana," ujar Lubis.
Ketua APKLI, Hoiza Siregar, menilai kios gratis tersebut tidak mampu menampung seluruh pedagang kaki lima di Jakarta.
"Jadi bertahap lah siapa saja yang menempati kios-kios itu," ujar Hoiza di lokasi yang sama.
(vid/aan)










































