Ketua Komisi X Agus Hermanto mengaku sudah menerima hasil audit investigasi BPK terkait mega proyek Hambalang. Meski begitu, dirinya enggan berspekulasi sebelum dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Hambalang digelar.
"Saya sudah terima kemarin sebelum reses dan belum saya pelajari. Nanti akan kita bahas di panja," tegas Agus kepada detiksurabaya.com di sela kunjungannya di Kota Batu, Senin (5/11/2012), siang.
Agus mengaku, panja akan mempelajari hasil audit BPK yang nantinya akan diteruskan dengan rekomendasi menyikapi adanya temuan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dalam pelaksanaan proyek itu semestinya Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Keuangan mengetahuinya. Hal itu jika menganut mekanisme sejak awal proyek akan dilaksanakan.
"Ya mestinya tahu baik Menpora maupun Menkeu, karena mekanismenya mengatur begitu. tapi nanti akan kita pelajari dalam panja," ucap politisi asal Partai Demokrat ini.
Sementara anggota Komisi X Jamal Aziz mengaku, belum menerima hasil audit investigasi BPK terkait proyek Hambalang. Hal itu dimungkinkan karena pihaknya masih dalam reses atau kunjungan ke daerah. "Kami belum terima, mungkin untuk ketua komisi sudah," tegasnya terpisah.
Jamal mengungkapkan, anggota Komisi X sekarang ini berbeda ketika pembahasan awal proyek itu, dapat dikatakan sejumlah anggota tidak memahami persoalan yang terjadi, termasuk dirinya. "Kami orang baru, begitu juga ketua komisi. Yang lama banyak tahu soal kasus itu," tandas dia.
Menurutnya, dalam panja nanti diharapkan bisa memberikan rekomendasi kepada KPK atas temuan pelanggaran yang ditemukan. Karena DPR dalam hal ini Komisi X bukan penegak hukum yang bisa mengadili temuan dari hasil audit BPK tersebut.
"Kami bukan lembaga pengadil, adanya temuan pelanggaran akan kita sampaikan melalui rekomendasi," tutur Jamal.
Jamal menyampaikan Komisi X akan memperketat pengawasan dalam pelaksanaan proyek itu, karena sudah disetujui multiyears dalam pencairan anggarannya. "Akan kita perketat, karena ini multiyears yang sebelumnya single years," papar Jamal.
(bdh/ega)











































