Sukotjo Ditanya Soal Perbandingan Alat Simulator Produksi 2010 dan 2011

Sukotjo Ditanya Soal Perbandingan Alat Simulator Produksi 2010 dan 2011

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 05 Nov 2012 15:13 WIB
Sukotjo Ditanya Soal Perbandingan Alat Simulator Produksi 2010 dan 2011
Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi alat Simulator SIM, Sukotjo S Bambang, diminta penjelasan terkait alat peraga tes pengemudi buatannya yang diproduksi kurun waktu 2010 dan 2011. Sukotjo diboyong ke kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengikuti bagian proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tadi sempat ditanya perbandingan antara R2 (alat simulator roda dua) yang dibuat pada 2010 dan 2011. Ditanya juga jumlah produksinya sehari. Begitu juga jumlah produksi per hari R4 (alat simulator roda empat)," kata Eriek S Paat, pengacara Sukotjo, saat ditemui di ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (5/11/2012).

Sukotjo diminta keterangan di salah satu ruangan Laboratorium Termodinamika (PAU-Ilmu Rekayasa) ITB di lantai tiga. Ia tiba di ITB sekitar pukul 11.30 WIB, setelah dijemput petugas KPK.

"Jadi di dalam itu (membicarakan) soal teknis. Enggak ngerti saya. Hanya tadi orang bertanya itu minta penjelasan apakah saat produksi pada 2011 itu ada barang produksi pada 2010 yang ikut masuk," ujar Eriek.

"Saat ditanya apakah ada ciri khas, Pak Sukotjo tadi bilang memang terdapat ciri khas pada alat simulator buatannya," jelasnya.

Siapa menanyakan teknis itu kepada Sukotjo? "Kalau penyidik KPK tadi diam. Justru ada empat orang yang bertanya. Saya tidak tahu, apa itu dari BPK, atau dari ITB. Kalau nanya teknis, sepertinya dari ITB," tutur Eriek.

Orang yang bertanya itu, sambung Eriek, menjelaskan perbandingan simulator itu di papan putih menggunakan spidol. Menurut Eriek, penanya sempat menyinggung kepada Sukotjo yang juga pemilik PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) mengenai adanya kendala atau tidak saat produksi simulator.

"Pak Sukotjo bilang kendalanya mengenai penyediaan peti simulator, dan pengiriman. Dalam perjanjian tak disebut pemasangan peti, dan pengiriman (alat simulator). Pengiriman jadi kendala, misalnya kalau dikirim ke Medan bisa sampai dua minggu. Seharusnya CMM (PT Citra Citra Mandiri Metalindo milik tersangka Budi Santoso) yang mengirim," jelas Eriek.

Hingga pukul 15.00 WIB, Sukotjo masih berada di dalam ruangan. Entah hingga kapan pemeriksaan berakhir. Proses pemeriksaan berlangsung tertutup bagi jurnalis. Sejumlah jurnalis pun setia menunggu.

(bbp/ega)


Berita Terkait