Amankan Pilpres
Polri Kerahkan 190 Ribu Personel
Rabu, 15 Sep 2004 12:31 WIB
Jakarta - Mabes Polri mengerahkan 190 ribu personel untuk mengamankan pilpres putaran kedua pada 20 September mendatang. Teror bom menjadi salah satu potensi kerawanan menjelang dan pasca pemilu."Potensi kerawanan pemilu dan pasca pemilu adalah unjuk rasa, teror, keributan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), teror bom dan penolakan hasil pemilu. Saat ini, kami masih melakukan Operasi Mantap Brata XII dengan sasaran pengamanan pemilu. Jumlah personel untuk pengamanan, Polri 190 ribu orang, Perlindungan Masyarakat (Linmas) 1.194.654 orang dan TNI 37.927 orang," papar Kapolri Jenderal Pol. Dai Bachtiar dalam raker dengan Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2004).Menurut Kapolri, pengamanan termasuk pada masa kampanye 14 sampai 16 September. "Tetapi karena tidak ada rapat umum dan pawai maka tidak muncul massa dalam jumlah besar yang butuh pengamanan khusus," ujarnya.Dikatakan dia, aparat kepolisian akan ditempatkan di setiap TPS. TPS dibagi menjadi daerah aman, rawan I dan rawan II. Daerah rawan I, yaitu daerah konflik NAD dan rawan II pasca konflik, termasuk Ambon dan Poso."Kalau di NAD dilakukan operasi terpadu, yaitu pengamanan oleh TNI dan penegakan hukum oleh Polri sehingga posisi TNI diletakkan agak jauh dari TPS.Sedangkan, Polri dan linmas diletakkan di TPS," ungkapnya."Sedangkan untuk pasca konflik seluruhnya tugas kepolisian. Untuk TNI baik di luar Aceh maupun daerah pasca konflik disiapkan pasukan sehingga setiap saat siap dikerahkan untuk membantu," imbuh Kapolri.Lebih lanjut, Kapolri mengatakan pengamanan terus dilakukan sampai penghitungan suara dan pengiriman hasil. Khusus Polda Metro Jaya, sampai dengan pelantikan presiden.
(aan/)











































