Jokowi Akan Tambah 900 Gerbong KRL Jabodetabek

Jokowi Akan Tambah 900 Gerbong KRL Jabodetabek

Prins David Saut - detikNews
Senin, 05 Nov 2012 14:35 WIB
Jokowi Akan Tambah 900 Gerbong KRL Jabodetabek
Jakarta - Upaya gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk mengurangi kemacetan di Jakarta juga melibatkan KRL Jabodetabek. Sekitar 900 gerbong akan ditambah untuk membantu peningkatan jumlah penumpang KRL Jabodetabek setiap tahunnya.

"Dari pertemuan tadi, direncanakan penambahan 150 rangkaian gerbong commuter line setiap tahunnya selama 6 tahun," kata kepala dinas perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, usai rapat pimpinan di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (5/11/2012).

Penambahan gerbong tersebut juga untuk mengurangi penumpang nakal yang naik ke atas gerbong. "Jadi yang tadinya dalam satu kereta ada empat gerbong, nanti ditambah dua gerbong lagi, biar nggak ada lagi yang naik di atas rangkaian," ujar Udar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain gerbong, direncanakan pula peningkatan headway KRL yang 7 menit menjadi 5 menit dan akan terus ditingkatkan. Hal ini berdasarkan pertimbangan daya tampung KRL yang tidak lebih banyak ketimbang Busway.

"Selama ini kereta kan baru menampung 500 ribu sehari, busway saja sudah 400 ribu sampai 750 ribu," papar Udar.

Dalam mewujudkan headway KRL dan daya tampung tersebut, sarana seperti underpass akan dibangun untuk mengurai kemacetan. Udar juga menambahkan KRL akan didukung dengan Transit Oriented Development, yaitu sebuah jalur penghubung antara bus dengan KRL.

"Hanya, underpass tidak bisa dilaksanakan di semua titik, contohnya di Pengadegan, kalau di celup itu kan ada rumah orang. Jadi lokasinya itu harus cukup landai. Pihak pemprov DKI akan menyediakan TOD atau selasar penghubung antara bus ke kereta api atau sebaliknya. Yang tidak baik itu di Dukuh Atas, dari busway loncat ke metromini atau ojek. Harus ada shortcut dari stasiun ke tempat halte penghubung antara halte busway dengan stasiun itu," papar Udar.

(vid/ega)


Berita Terkait