"Dari pertemuan tadi, direncanakan penambahan 150 rangkaian gerbong commuter line setiap tahunnya selama 6 tahun," kata kepala dinas perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, usai rapat pimpinan di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (5/11/2012).
Penambahan gerbong tersebut juga untuk mengurangi penumpang nakal yang naik ke atas gerbong. "Jadi yang tadinya dalam satu kereta ada empat gerbong, nanti ditambah dua gerbong lagi, biar nggak ada lagi yang naik di atas rangkaian," ujar Udar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kereta kan baru menampung 500 ribu sehari, busway saja sudah 400 ribu sampai 750 ribu," papar Udar.
Dalam mewujudkan headway KRL dan daya tampung tersebut, sarana seperti underpass akan dibangun untuk mengurai kemacetan. Udar juga menambahkan KRL akan didukung dengan Transit Oriented Development, yaitu sebuah jalur penghubung antara bus dengan KRL.
"Hanya, underpass tidak bisa dilaksanakan di semua titik, contohnya di Pengadegan, kalau di celup itu kan ada rumah orang. Jadi lokasinya itu harus cukup landai. Pihak pemprov DKI akan menyediakan TOD atau selasar penghubung antara bus ke kereta api atau sebaliknya. Yang tidak baik itu di Dukuh Atas, dari busway loncat ke metromini atau ojek. Harus ada shortcut dari stasiun ke tempat halte penghubung antara halte busway dengan stasiun itu," papar Udar.
(vid/ega)










































