Sumbangan Bagi Korban Bom Kedubes Diimbau Tak Ditilep
Rabu, 15 Sep 2004 12:16 WIB
Jakarta -
Sudah bukan rahasia lagi, bila banyak orang yang menyumbang korban musibah tertentu, seringkali ada saja oknum yang menilep sebagian sumbangan itu. Nah, dalam kasus bom Kedubes, para oknum diimbau menahan diri."Bagi para oknum, jangan memanfaatkan biaya yang disumbangkan untuk para korban," kata Ketua Forum 58, Wahyu Adi Artono (58) di sekitar lokasi bom Kedubes Australia, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (15/9/2004).Forum 58 adalah yayasan yang dibentuk oleh korban bom Marriott yang meledak 5 Agustus 2003 lalu. Angka 58 artinya tanggal 5 bulan 8 (Agustus). Forum ini turut menangani korban bom Kedubes.Mereka meneliti biaya perawatan apa saja yang tidak tercover oleh sumbangan pemerintah, nantinya Forum 58 yang akan menanggungnya. "Pokoknya jangan sampai korban mengeluarkan biaya," cetus Wahyu.Sejumlah sumbangan ditujukan kepada para korban bom. Mulai Depkes yang membebaskan biaya perawatan, hingga sumbangan Rp 2 juta/korban dari Pemprov DKI Jakarta. Belum lagi sumbangan dari para dermawan. Awalnya, ada RS masih mengutip ongkos perawatan yang cukup besar. Setelah dikecam, akhirnya pemerintah meminta agar ongkos itu dikembalikan.Sesalkan RSCMWahyu juga menyesalkan pelayanan RSCM yang menangani sejumlah korban bom. "Pelayanan RSCM parah," komentarnya. Misalnya, selama 2 hari, sarung bantal dan seprei tempat tidur korban tidak diganti, padahal penuh bercak darah.Yang lebih parah lagi, korban Iswanto, satpam Kedubes. Pada Sabtu (11/9/2004), Iswanto dioperasi. Setelah dioperasi, Iswanto diletakkan di atas tandu darurat di koridor di lantai begitu saja, padahal kondisinya baru selesai operasi. "Itu jelas sangat tidak manusiawi," kecam Wahyu yang bekerja di perusahaan minyak Vico di Plasa Kuningan ini.Akhirnya, Forum 58 pun memindahkan Iswanto ke RS Medistra, sebuah RS swasta, untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Iswanto hingga kini belum sadar, dan termasuk korban kritis.Sebelum dipindahkan, di RSCM, Iswanto dimasukkan kelas III. "Kualitas paling bagus di RSCM adalah kelas III," sesal Wahyu."Buat pemerintah, bila ingin mengcover biaya pengobatan korban, sebaiknya yang komplet dan jelas. Bila ingin membantu, yang jelas. Bila tidak (ingin membantu), bilang saja tidak. Karena mungkin masih banyak volunteer yang ingin menyumbang," kata Wahyu yang mengalami luka bakar dalam bom Marriott. Wahyu juga mendesak RS mengutamakan keselamatan korban dan tidak memikirkan uang melulu.Dijelaskannya, Forum 58 bersedia menyalurkan dana untuk membantu para korban. Mereka yang ingin membantu, bisa setor dana ke Febby Firmansyah, Yayasan Forum 58, Bank Mandiri Cabang Gedung Patrajasa, nomor rekening 070.000.426.0043.Febby Firmansyah adalah salah satu korban bom Marriott yang tergabung dalam Forum 58. Febby menderita luka bakar hingga 42%. Di wajah dan tangannya, bekas luka bakar itu tampak kentara.Febby yang juga ditemui di sekitar Kedubes Australia menjelaskan, kontribusi Forum 58 untuk mengongkosi korban bom Kedubes tidak seberata. "Tetapi sangat penting untuk memotivasi mental korban," kata karyawan PT Dharma Muda Pratama di Menara Rajawali lantai 20 ini. Karena musibah bom Marriott, Febby terpaksa melangsungkan pernikahan dengan gadis pujaannya di RSPP pada 20 Agustus, tempat dia dirawat.
(nrl/)










































