"Saya dapat kabar kalau alat simulator itu ada di ITB. Tapi tadi di ruangan (pemeriksaan) tidak ada," kata Eriek kepada wartawan di ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (5/11/2012) siang.
Eriek mendampingi Sukotjo di dalam ruangan lab tersebut. Di dalam ruangan, lanjut dia, ada sekitar sembilan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukotjo yang merupakan pemilik PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) ini hadir di ITB dalam lanjutan proses penyidikan KPK. Kenapa di ITB?
"Karena ITB tahu soal teknik. Kalau yang saya tahu, ITB diminta untuk mengurai satu persatu mengenai komponen, dan bahan baku alat simulator. Juga harga bahan-bahannya. Sepertinya BPK yang meminta, karena kemungkinan untuk menghitung kerugian negara. Soalnya saya tanya ke KPK, tapi petugas KPK tertutup. Hanya senyum-senyum," tutur Eriek.
(bbp/ega)











































