Susahnya Membatasi Bagasi Jemaah Haji

Laporan dari Jeddah

Susahnya Membatasi Bagasi Jemaah Haji

- detikNews
Senin, 05 Nov 2012 13:31 WIB
Susahnya Membatasi Bagasi Jemaah Haji
Barang seperti ini jangan jemaah haji bawa masuk ke dalam kabin pesawat
Jakarta - Sebenarnya para jemaah haji tahu peraturan tentang kuota bagasi yang bisa dibawanya kembali ke Indonesia. Namun, banyak yang pura-pura tidak tahu, sehingga per hari ada satu truk barang bawaan yang terpaksa di sita petugas.

"Sebetulnya tahu, tapi namanya sekali seumur hidup ke sini. Jadi menggebu-gebu beli oleh-oleh untuk keluarga di kampung,” kata Sulaiman, salah satu jemaah haji asal Aceh.

Ditemui di ruang tunggu terminal barat King Abdulazis International Airport, Jeddah, Senin (5/11/2012) dini hari, Sulaiman membantu teman-temannya mensortir ulang barang bawaan yang akan masuk kabin pesawat. Ada beberapa cerek, rantang, dan benda-benda logam berwarna kuning keemasan yang tidak lolos sweeping bagasi petugas Garuda Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barang-barang sitaan ini akan diantar ke gudang milik Mazru’ah, lembaga kerja sama Kementerian Agama dengan pihak Saudi. Setiap hari datang ke sini membawa satu truk," kata Wakil Sektor II Daker Jeddah, Moh Taslim.

Di dalam kontrak penerbangan haji antara maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airline dengan Kemenag ditegaskan setiap orang jamaah hanya diperbolehkan membawa 1 tas koper dengan berat maksimal 32 kilogram untuk masuk bagasi pesawat. Sedangkan barang yang ke kabin, terdiri dari sebuah tas troli dengan berat maksimal 7 kilogram dan satu tas paspor.

Di samping itu para jemaah haji dilarang membawa barang tajam dalam bentuk apa pun. Namun ada saja yang membawa pisau dapur, pisau lipat, cendera mata yang berbentuk pedang dan terutama gunting yang mereka gunakan bertahalul.

Padahal setiap jamaah haji sudah menandatangani surat pernyataan kesediaan memenuhi kuota barang bawaan ini. Sosialisasi aturannya juga dilakukan oleh Garuda Indonesia sejak manasik hingga memasang spanduk di penginapan di Mekkah.

Koper jamaah biasanya ditarik oleh pihak Kemenag di maktab Makkah atau Madinah. Maka ketika transit di Jeddah, jamaah haji hanya membawa tas troli dan tas paspor ke bandara.

Selama berada di Jeddah, barang bawaan bertambah dengan aneka rupa oleh-oleh. Ada tambahan tas punggung, tote bag dan kantong plastik biasa.

(lh/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads