Menhub Diprotes Penumpang Soal KRL yang Tak Manusiawi

Menhub Diprotes Penumpang Soal KRL yang Tak Manusiawi

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 05 Nov 2012 10:41 WIB
Menhub Diprotes Penumpang Soal KRL yang Tak Manusiawi
ilustrasi
Jakarta - Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengadakan kunjungan lapangan ke Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Dalam kunjungan itu, seorang penumpang mengajukan protes ke Mangindaan mengenai kondisi KRL yang tak manusiawi.

Awalnya kunjungan Mangindaan ke Stasiun Manggarai berlangsung biasa-biasa saja. Mangindaan tiba bersama rombongan Kementerian Perhubungan dan PT KAI di Stasiun Manggarai sekitar pukul 09.40 WIB, Senin (5/11/2012). Saat itu Mangindaan mengenakan seragam Kementerian Perhubungan berwarna biru.

Mangindaan kemudian berjalan ke arah ruang tunggu jalur 6 di Stasiun Manggarai. Dia meminta agar sampah-sampah di stasiun itu dibersihkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sampah tiap hari apa pernah ditimbang? Apa tidak ada yang dijadikan kompos atau yang lainnya?" tanya Mangindaan ke petugas PT KAI.

Tiba-tiba saja, Sudiati (55), seorang penumpang KRL menghampiri Mangindaan. Dia meminta Mangindaan melihat kedatangan kereta tujuan Tanah Abang yang selalu penuh sesak. "Bapak-bapak jangan pergi dulu! Tunggu kereta Tanah Abang, lihat, saksikanlah. Sekarang dari Bekasi-Tanah Abang tidak ada, kenapa harus begitu," kata Sudiati sambil berteriak ke arah Mangindaan.

"Ibu, saya sering lewat sini tapi tidak pernah mampir," kata Mangindaan menjawab pertanyaan Sudiati.

Mangindaan lalu pergi dan seorang petugas polisi meminta Sudiati yang bekerja di kawasan Benhil ini minggir. Mangindaan berkeliling di Stasiun Manggarai. Setelah sekitar 30 menit, Mangindaan meninggalkan Stasiun Manggarai menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepada wartawan Sudiati mengatakan, dia berangkat kerja dari Bekasi ke Tanah Abang setiap hari. Dulunya ada kereta langsung dari Bekasi ke arah Tanah Abang namun saat ini kereta itu sudah tidak ada lagi sehingga dia harus transit dulu.

"Dulu ada (KRL Bekasi-Tanah Abang) sekarang tidak ada, sekarang 16 menit menunggu tidak ada kereta. Kereta sekarang tak manusiawi, penumpang numpuk-numpuk," katanya.

Sudiati mengatakan, penuhnya kereta membuat dirinya sering berdesak-desakan. Dia berharap agar KRL Bekasi-Tanah Abang dihidupkan lagi.

"Kita sampai mundur-mudur, kasihan kan ibu-ibu yang hamil. Saya berharap Bekasi-Tanah Abang ada dan waktu menunggu tidak lama kita kan kerja bukan jalan-jalan," katanya.

(nal/nrl)


Berita Terkait