Da'i: Polisi Sudah Punya Arah untuk Buru Pelaku Pemboman
Rabu, 15 Sep 2004 11:27 WIB
Jakarta -
Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan jajarannya sudah memiliki arah untuk mencari pelaku peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Polisi sudah memeriksa 60 orang saksi dalam kasus ini.Demikian penjelasan Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2004). Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi I Ibrahim Ambong ini Kapolri didampingi Kabareskrim Polri Komjen Pol Suyitno Landung, jajaran direktur Mabes Polri, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani. Dalam rapat ini Kapolri menayangkan rekaman CCTV yang diambil dari Plaza Kuningan dan Plaza 89 menjelang peledakan. Dari tayangan itu Kapolri menjelaskan bagaimana polisi dapat menyimpulkan ledakan bersumber dari mobil box Daihatsu Zebra. Mobil itu lewat, dan beberapa saat kemudian terjadi ledakan.Dijelaskan, ledakan terjadi pada titik lemah pagar kedubes sehingga disimpulkan pelaku peledakan sudah melakukan survei sebelumnya. Dari hasil olah TKP ditemukan bahan peledak yang terdiri dari TNT, potasium klorat, dan aluminium powder. Juga ditemukan serpihan casing filing (kabinet plastik) dengan warna biru, ungu, hijau dan merah, yang menjadi tempat bahan peledak diletakkan. Juga ditemukan serpihan mobil box Daihatsu Zebra dengan nomer mesin 9032109. "Menurut kami mereka sengaja memilih Daihatsu karena memiliki blok mesin yang lunak sehingga hancur kalau kena ledakan. Tapi kami masih bisa menemukan nomer mesinnya," jelas Kapolri.Menurut Kapolri, kini masih ada serpihan tubuh yang diidentifikasi melalui DNA yang merupakan bagian dari potongan tubuh yang sangat banyak. Sampai saat ini saksi yang diperiksa 60 orang, dan dilakukan rekonstruksi ledakan di TKP dan perbandingan dengan bom Bali dan bom Marriott. "Dari seluruh penyelidikan sampai hari kelima diperoleh beberapa kesimpulan. Yaitu, ledakan mengggunakan bom mobil, merupakan bunuh diri, jenis peledak sudah diketahui, dan modus operandi sama dengan bom Bali dan Marriott," jelas Kapolri.Lalu dilanjutkan Kapolri, "Penyelidikan memang belum tuntas, tapi kami sudah punya arah untuk mencari pelakunya dari proses yang sudah kami lakukan. Yang boleh diketahui publik hanya sampai ini. Sisanya kami minta waktu untuk rapat tertutup dengan Komisi I"Selanjutnya, mulai pukul 10.50 WIB, rapat kerja Komisi I DPR dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bactiar dan jajarananya memang dilanjutkan sceara tertutup. Wartawan diminta meninggal ruangan rapat.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































