Apa saja aksi 'menohok' Ahok bagi PNS di kalangan Pemprov DKI?
Pakai Laptop & Laporan Soft Copy
|
|
Kejadian ini terjadi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012). Saat itu, sekitar 30 buruh dari berbagai serikat datang menemui Ahok untuk mengeluh soal gaji. Ahok lantas meminta kepada notulis rapat untuk segera mem-print out hasil rapat.
"Semua demo, semua kunjungan, harus dibuat notulen tertulis apa yang diaspirasikan. Ini aturan main baru," ucap Ahok.
Namun Ahok kecewa setelah mengetahui petugas notulis ternyata menulis dengan tangan. Raut wajah Ahok tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Bolak-balik Ahok seperti mencari seseorang. Bolpoin yang ada di tangan kanannya sibuk dimainkan.
"Masa laptop gitu banyak masih pakai catatan-catatan, kampungan banget itu, pakai BlackBerry, pakai apa, pakai laptop miliaran, nggak ada satu pun laptop yang bisa ketik. Mana tukang ketiknya," jelas Ahok dengan nada mulai meninggi.
Setelah agak reda, Ahok kembali berbicara kepada buruh mengenai hasil rapat. "Kita putuskan, tadi kita sepakat tidak boleh ada rata-rata seperti yang 2012," lanjut Ahok.
Namun kemarahan Ahok kali ini tidak terbendung. Sindirannya beberapa menit lalu tidak langsung dikerjakan oleh sang notulis.
"Lu orang paling hebat, ada laptop di depan mata, lo ketik pake tangan," ujar Ahok dengan nada dan raut muka yang menahan emosi.
"Lu steno nggak? Kalau steno bisa gue maapin," lanjut Ahok lagi.
Suasana ruangan yang tadinya riuh pun langsung mendadak senyap. Tidak ada lagi terdengar celetukan-celetukan.
"Cari sekretaris yang bisa ketik dengan 10 jari, ketik lebih cepet," pinta Ahok kepada anak buahnya.
Ahok lalu memanggil seseorang yang bernama Toni. Kepada Toni, Ahok berpesan tidak ingin lagi memiliki seorang notulensi yang tak menggunakan laptop.
"Saya tidak mau lagi rapat penting, saya sudah kasih tahu semua mesti ketik. Kasih dua orang buat saya, buat gantian," tandasnya.
Sebelumnya Ahok memang menegaskan dirinya lebih suka menerima laporan soft copy sedangkan Jokowi lebih suka hard copy. Ahok juga memiliki blog pribadi di ahok.org. Situs itu selalu update tentang kerja-kerja hariannya mulai jadi anggota Komisi II DPR hingga menjadi Wagub DKI.
Menurut Ahok, apapun yang dilakukannya dan diterima sebagai Wagub DKI Jakarta perlu dipublikasikan. Masyarakat perlu tahu karena dia dipilih dan bekerja untuk warga DKI Jakarta.
"Apapun yang saya terima, saya ungkapkan. Uang berapapun, saya tulis. Misal istri saya dapat uang pun saya tulis," tuturya.
Ahok yang melek teknologi ini juga mengundang kekaguman PNS muda di Pemprov DKI.
"Sebenarnya Pak Basuki itu orangnya sangat melek teknologi. Dia suka banget sama gadget. Jadi dia inginnya memanfaatkan teknologi untuk pelayanan masyarakat. CCTV sendiri dia pengennya semua terhubung langsung ke kantornya," ujar Ruki Cita, salah satu pegawai Pemprov DKI di Balaikota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
Pasang CCTV
|
|
"Nanti kalau warga mengadu, misalkan saya dibentak-bentak, surat kami dilempar tidak diurus, di situ kita bisa lihat hari apa, jam berapa, kita bisa lihat di CCTV, ketahuan kan," kata Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
Ahok mengatakan, rekaman CCTV ini juga bisa digunakan jika ada sanksi yang dijatuhkan. "Intinya bukan tidak percaya, supaya ada bukti dan tidak ada yang PTUN-kan kalau ada sanksi," kata mantan anggota DPR Komisi II dari Golkar ini.
Selain di kantor kelurahan dan kecamatan, Ahok juga akan memasang CCTV itu di Puskesmas. Ahok menambahkan anggaran pemasangan CCTV di puskesmas tidak terlalu tinggi karena jaringan internet yang dibutuhkan sudah ada.
"Jadi Pemprov DKI hanya tinggal menyiapkan kamera, targetnya selesai akhir tahun," ujar mantan anggota DPR RI Komisi II tersebut.
Total CCTV yang akan dipasang Ahok di seluruh Jakarta adalah di 44 kecamatan, 267 kelurahan, dan 340 puskesmas. Hal ini guna memantau aktivitas pelayanan masyarakat dan terhubung langsung dengan kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota.
Pro ASI
|
|
"Anak pertama pakai susu ASI eksklusif?" tanya Ahok kepada seorang pegawai perempuan yang sedang hamil di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/10/2012) seperti didokumentasikan Pemprov DKI Jakarta di Youtube. Ahok bersama semua pegawai mengenakan seragam PNS warna coklat.
Pegawai itu mengangguk mengiyakan. Dia memastikan memberi ASI eksklusif untuk anaknya yang pertama. Ahok pun mengingatkan agar perempuan itu juga melakukan hal serupa kepada anak keduanya nanti.
"Jangan pakai susu formula ya, nanti jadi anak sapi, bandel," sambung Ahok yang disambut tawa para pegawai.
Dia pun mengingatkan agar ada ruangan bagi ibu menyusui yang akan memompa ASI-nya. Jangan sampai para ibu itu memompa ASI di kamar mandi atau di dalam gudang.
"Tidak boleh terjadi di DKI. Bikin malu saja kalau begitu. Termasuk kulkasnya. Harus bersih. Kalau perlu pompa penampung kita sediakan," ucap Ahok.
Pangkas Anggaran Pidato Rp 1,2 M
|
|
"Kita mulai (memotong) hal-hal kecil. Seperti penulisan naskah pidato gubernur dan wagub Rp 1,2 milliar. Apa-apaan ini?" ujar Ahok dengan nada tinggi kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2012).
Ahok mengatakan dia akan menanyakan mengapa sampai ada anggaran yang begitu besar untuk penulisan naskah pidato. "Kita mau cek kenapa dan bagaimana," papar Ahok.
Upaya pengefektifan anggaran itu, lanjut Ahok, juga akan mulai dilakukan di sektor transportasi. Untuk pembelanjaan armada transportasi, Ahok memiliki metode agar dapat dilakukan secara serentak, tidak sedikit demi sedikit dari tahun ke tahun.
"Kalau zaman Pak Foke kan sedikit sedikit, kalau kita ini harus cepat selesai. Harus selesai tahun depan. Jadi misal bicara bus, tidak ada tiap tahun tambah 100 kemudian 100 lagi. Kita maunya langsung. Pajak online tahun ini berapa persen, tahun depan berapa. Kita tidak mau seperti itu. Tahun depan harus 100 persen. Kita mau hemat 25 persen," papar mantan bupati ini.
Untuk bisa menentukan harga proyek terbaik, Ahok juga tak sungkan bertukar pikiran dengan pemimpin bank. Untuk itulah Wagub DKI mengundang Kacab Bank Mandiri Jakarta Kuningan ke kantornya di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
"Dengan Bank Mandiri tadi lagi banding-bandingin harga, harga pemerintah dan swasta, proyek-proyek pembangunan kan bisa ketahuan, perbandingan harga pemerintah sama swasta," kata Ahok.
Temui Demonstran
|
|
Seperti saat Ahok keluar dari kantornya dan menemui ribuan demonstran yang memadati Jl Medan Merdeka Selatan. Pantauan detikcom, Rabu (24/10/2012), pada pukul 11.15 WIB, Ahok dengan baju dinas warna coklat melangkahkan kakinya ke halaman Balaikota. Dengan ditemani 3 aparat Satpol PP, Ahok menemui para buruh.
Atau saat demonstrasi 200 buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta yang menuntut kenaikan UMP pada Jumat (2/11/2012) lalu. Mereka akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB setelah 3 jam berdemo. Mereka ditemui langsung oleh wagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau sering dipanggil Ahok.
"Aku cuma bilang, Pak gubernur inginkan yang adil, jadi kalau mau menentukan UMP tahun 2013 ya KHL proyeksi dari 2013. Jadi wajar kan UMP pasti selalu sama dengan KHL atau di atas KHL," ujarnya sesaat setelah menenangkan massa buruh yang berkumpul di Jl Medan Merdeka Selatan, depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).
Halaman 2 dari 6










































