Kolonel Gadungan Perampas Truk di Bogor Ditangkap di Sumsel

Kolonel Gadungan Perampas Truk di Bogor Ditangkap di Sumsel

Taufik Wijaya - detikNews
Minggu, 04 Nov 2012 22:35 WIB
Ogan Komering Ilir - Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan berhasil menangkap kawanan perampas mobil truk yang diduga merupakan jaringan antarprovinsi. Kawanan ini dipimpin perwira TNI gadungan berpangkat kolonel ini bernama Rudolf Rudi Wiki.

Penangkapan kawanan ini dilakukan Polres OKI di Jalan Lintas Timur Sumatera, tepatnya di depan Polsek Kayuagung, pada Jumat (2/11/2012) malam lalu, dengan cara penghadangan.

"Saat dihadang dengan cara memacetakan kendaraan yang melintas, truk yang dilarikan mencoba balik arah ke Lampung, tapi terhenti karena menabrak truk lainnya, begitu juga mobil Avanza yang dipakai kolonel gadungan itu, yang terhenti karena menabrak kendaraan lainnya," kata Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman Abdullah kepada wartawan di Mapolsek OKI, Sumsel, Minggu (4/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surachman menjelaskan, awalnya Rudolf dan tiga kawannya, Dodi, Budi dan Suprianto, merencanakan aksi tersebut di Terminal Kampung Rambutan Jakarta. Atas perintah kolonel gadungan yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjaga sebuah gudang kulit ini, Suprianto mencari sewaan truk di Bogor. Mereka pun mendapatkan sebuah truk warna kuning dengan nopol F 8481 UM.

Lalu dengan sewa sebesar Rp 1 juta buat pindahan rumah, Suprianto membawa truk itu ke Ciawi. Saat istirahat, sopir truk dipanggil Rudolf yang mengaku sebagai penyewa. Di dalam mobil sewaan Avanza warna hijau, sopir itu disekap. Tangannya diborgol dan diikat, serta mulutnya dilakban.

Sopir truk itu kemudian dibuang di Jalan Tol Ciawi. Truk dibawa Suprianto dan Budi, sementara kolonel gadungan naik mobil
Avanza bersama Dodi.

"Ternyata sopir itu ditolong warga, dan dia melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bogor Timur. Didapatkan informasi, truk itu akan dibawa ke Sumatera. Polres Bogor Timur menginformasikan hal tersebut ke kami. Setelah lolos di Lampung, mereka akhirnya terhadang di sini." kata Surachman.

Sementara sang kolonel gadungan sempat membentak aparat polisi yang mencegatnya. Ia juga mengaku sempat melarikan diri setelah mobil yang dibawanya menabrak kendaraan lainnya.

"Ya, aku sembunyi di semak-semak, sebelumnya aku buka pakaian (TNI) dan kubuang ke parit," ujar Rudolf kepada wartawan.

Dari dalam mobil sewaan, polisi mendapatkan sebuah korek api berbentuk pistol, pisau, dan tali.

"Saat ini kami tengah mengembangkan kasus ini, terutama terkait dengan keterangan mereka soal truk ini akan dijual ke Lubuklinggau," tutup Surachman.

(tw/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads