Penangkapan kawanan ini dilakukan Polres OKI di Jalan Lintas Timur Sumatera, tepatnya di depan Polsek Kayuagung, pada Jumat (2/11/2012) malam lalu, dengan cara penghadangan.
"Saat dihadang dengan cara memacetakan kendaraan yang melintas, truk yang dilarikan mencoba balik arah ke Lampung, tapi terhenti karena menabrak truk lainnya, begitu juga mobil Avanza yang dipakai kolonel gadungan itu, yang terhenti karena menabrak kendaraan lainnya," kata Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman Abdullah kepada wartawan di Mapolsek OKI, Sumsel, Minggu (4/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu dengan sewa sebesar Rp 1 juta buat pindahan rumah, Suprianto membawa truk itu ke Ciawi. Saat istirahat, sopir truk dipanggil Rudolf yang mengaku sebagai penyewa. Di dalam mobil sewaan Avanza warna hijau, sopir itu disekap. Tangannya diborgol dan diikat, serta mulutnya dilakban.
Sopir truk itu kemudian dibuang di Jalan Tol Ciawi. Truk dibawa Suprianto dan Budi, sementara kolonel gadungan naik mobil
Avanza bersama Dodi.
"Ternyata sopir itu ditolong warga, dan dia melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bogor Timur. Didapatkan informasi, truk itu akan dibawa ke Sumatera. Polres Bogor Timur menginformasikan hal tersebut ke kami. Setelah lolos di Lampung, mereka akhirnya terhadang di sini." kata Surachman.
Sementara sang kolonel gadungan sempat membentak aparat polisi yang mencegatnya. Ia juga mengaku sempat melarikan diri setelah mobil yang dibawanya menabrak kendaraan lainnya.
"Ya, aku sembunyi di semak-semak, sebelumnya aku buka pakaian (TNI) dan kubuang ke parit," ujar Rudolf kepada wartawan.
Dari dalam mobil sewaan, polisi mendapatkan sebuah korek api berbentuk pistol, pisau, dan tali.
"Saat ini kami tengah mengembangkan kasus ini, terutama terkait dengan keterangan mereka soal truk ini akan dijual ke Lubuklinggau," tutup Surachman.
(tw/mok)











































