Satpol PP Larang Pasar Rakyat, Ratusan Pedagang di Bogor Protes

Satpol PP Larang Pasar Rakyat, Ratusan Pedagang di Bogor Protes

Indra Subagja - detikNews
Minggu, 04 Nov 2012 07:59 WIB
Satpol PP Larang Pasar Rakyat, Ratusan Pedagang di Bogor Protes
Pedagang yang protes di halaman Pemkab Bogor (Foto: Indra/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Pemkab Bogor melarang aktivitas Pasar Minggu yang biasa digelar di halaman Pemkab Bogor. Akibatnya ratusan pedagang yang hanya berdagang pada akhir pekan ini protes.

Pantauan detikcom, Minggu (4/11/2012) ratusan pedagang memarkirkan kendaraannya di depan gerbang masuk kompleks Pemkab Bogor. Mereka memprotes tindakan petugas yang melarang berjualan.

Di gerbang, ratusan petugas gabungan yang dikomandani dari Satpol PP berjaga di depan gerbang. Ada juga polisi, ormas, dan POM TNI yang ikut berjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas melarang para pedagang berjualan atas perintah Bupati Bogor Rahmat Yasin. Petugas berbaris memasang pagar betis di depan gerbang.

Setiap kendaraan yang membawa barang dagangan dilarang masuk. Kabarnya akan ada event yang digelar selama beberapa minggu di kompleks Pemkab Bogor.

Aksi petugas itulah yang kemudian berujung protes pedagang. Mereka memohon kemurahan hati petugas. Mereka pun bertahan dan mencoba berdialog.

"Ayo kita masuk saja, kita masuk saja," teriak pedagang.

Akhirnya sejumlah petugas kepolisian mencoba menjembatani dialog. Para pedagang diminta menerima keputusan itu. Perwakilan pedagang pun diajak melihat kondisi di kompleks Pemkab Bogor yang sudah sepi dari pedagang. Keputusan berlaku untuk semua.

Di kompleks Pemkab yang biasanya ramai dengan aktivitas warga yang berolahraga dan berdagang memang terlihat sepi. Biasanya, pada hari Minggu warga memenuhi kawasan ini. Beraktivitas dan berolahraga di Pasar Rakyat.

Belum diketahui jelas alasan pelarangan pasar rakyat ini. Petugas masih terlihat berjaga-jaga di lokasi.

(ndr/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini