Hal itu disampaikan Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Jaringan Diaspora Indonesia di Belanda (IDN-NL) yang berlangsung di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu (3/11/2012).
"Pertama, karena dari segi jumlah diaspora Indonesia di Belanda relatif lebih besar daripada Diaspora Indonesia lainnya yang tersebar di seluruh dunia, khususnya di negara Eropa lainnya," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden dalam pesan videonya pada seremoni pembukaan Kongres Diaspora Indonesia di LA (6-8 Juli 2012) menyampaikan bahwa bangsa Indonesia yang datang ke Belanda termasuk gelombang pertama Diaspora Indonesia.
Ketiga, karena alasan profesional, Diaspora Indonesia di Belanda lebih pluralistik dibandingkan dengan lainnya. Mereka memiliki beragam profesi dari dokter, seniman, politisi, pebisnis, arsitek, dst.
Pertemuan yang dihadiri lebih dari 200 diaspora dari berbagai latar belakang disiplin profesi, lintas etnik dan keturunan itu diawali dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul Wilhelmus, kemudian disampaikan pesan video Presiden RI Yudhoyono mengenai Diaspora Indonesia.
Saat berita ini dimuat, pertemuan sedang berlangsung dibagi dalam dua sesi dan 4 panel masing-masing tentang Pendirian Diaspora Indonesia di Belanda, Kesehatan Masyarakat untuk Masyarakat Umum, Kota yang Nyaman untuk Semua, dan Tantangan-tantangan Diaspora Indonesia. (es/es)











































