Menurut Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Sumarmo peristiwa penyergapan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 Wita.
"Di sana kita mendapatkan perlawanan dari masyarakat yang tinggal di sana dengan melemparkan bom rakitan," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/11/2012).
Kampung yang disasar tersebut merupakan lokasi yang dihuni kelompok pendatang dari luar Sulawesi. Selain melempar bom rakitan, imbuh Sumarmo, ada masyarakat yang memukul kentongan atau tiang listrik sebagai tanda meminta bala bantuan kepada masyarakat lainnya.
"Tapi dalam penyergapan itu suara yang keluar cuma itu saja, biasanya sahut-sahutan," ujarnya.
Melihat perlawanan tersebut petugas melakukan tindakan tegas dengan memberikan tembakan menyasar kepada target yang membahayakan petugas. Dalam penyergapan tersebut, satu teroris tewas dan satu lagi diamankan.
"Sore ini rencananya dibawa ke Jakarta," kata Sumarmo.
Sumarmo tidak menampik bila teroris tersebut merupakan pelaku pembunuhan terhadap dua polisi yang ditemukan mengenaskan di area pegunungan Tamanjeka. "Dugaan itu memungkinkan," jawabnya.
(ahy/ega)











































