Hal ini disampaikan Fadel usai acara Pernyataan Politik Rampimnas IV Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (2/11/2012).
"Saya kira Sri Mulyani itu seorang yang pintar dan cerdas, tapi dia berbeda aliran politik dengan kita-kita, saya, dan Pak Aburizal Bakrie. Saya kira belum tentu kita akan terima dia. Dia kan pilihan-pilihannya neolib," kata Fadel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rezim di negeri kita ini ada dua di kabinet, rezim pertama berpikir pengadaan pangan yang penting rakyat terpenuhi, perkara dari mana adanya itu soal kedua. Ini orang-orang yang neolib, ya Mari Pangestu, Sri Mulyani. Pemikiran kedua, pangan wajib ada tapi harus dalam negeri yang mengadakannya. Kenapa bangsa kita nggak mampu?" ujar Fadel secara retoris.
Sebelumnya, Ical mengatakan bahwa ada yang mengusulkan Sri Mulyani untuk menjadi cawapres mendampingi dirinya. "Sudah ada yang mengusulkan (Sri Mulyani)," kata Ical usai membuka Rapimnas IV Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/10/2012).
(nwk/nwk)










































