Jokowi akan Alihkan Profesi Buruh Outsourcing dengan Berdagang

Hari ke-18 Jokowi

Jokowi akan Alihkan Profesi Buruh Outsourcing dengan Berdagang

Ahmad Juwari - detikNews
Jumat, 02 Nov 2012 14:53 WIB
Jokowi akan Alihkan Profesi Buruh Outsourcing dengan Berdagang
Jakarta -

Buruh sangat membenci sistem outsourcing bahkan mereka meminta sistem tersebut dihapus. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pun akan membuat banyak pasar agar buruh beralih profesi menjadi pedagang.

"Pak Gubernur ingin agar orang tidak terlibat dengan outsourcing terus. Maka kami akan membangun banyak pasar dengan menggunakan sistem undian," ujar Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Menurut Ahok, pedagang nantinya tidak diminta untuk membeli kios. Mereka hanya akan diminta untuk membayar retribusi harian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi buruh-buruh bisa mikir kan kalau gitu saya dagang saja. Jadi lama-lama outsourching akan kekurangan orang nanti. Itu harapan Pak Gubernur," kata mantan Bupati Belitung ini.

Sementara itu, Menakertrans Muhaimin Iskandar usai berdialog dengan buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) di Gedung Kemenakertrans, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (29/10) lalu menjelaskan proses transisi untuk karyawan outsourcing 6 bulan hingga 1 tahun menjadi karyawan kontrak atau tetap.

"Ada masa transisi 6 bulan hingga 1 tahun. Kalau tidak bisa 6 bulan ya 1 tahun," kata Muhaimin.

(nwy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini