"Kalau Pilpres 2019 masih mungkin, tapi 2014 terlalu pendek. Seseorang berlaga di tingkat nasional butuh waktu panjang. Indonesia itu bukan Jakarta. Pak Prabowo untuk mendapatkan popularitas seperti sekarang ini kan juga dimulai dari 2004. Semua calon presiden memiliki track record yang panjang sampai, mungkin dari Jakarta ini Jokowi start," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, kepada detikcom, Jumat (2/11/2012).
Menurut Muzani, pada saat Gerindra mengajukan Jokowi di Pilgub DKI didasari kemampuan Jokowi yang luar biasa dalam manajemen pemerintahan. Namun dia yakin sekali popularitas Jokowi tak akan cepat menanjak hingga menggusur popularitas Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apakah di Pilpres 2019 nanti Jokowi akan menjadi saingan berat Prabowo? Atau justru dirangkul menjadi cawapres Prabowo kalau masih maju Pilpres?
"Saya kira 2019 itu masih sangat lama, kita belum memprediksi dan memperkirakan apa dan bagaimana 7 tahun mendatang. Tapi sebagai stok calon pemimpin saya kira boleh diandalkan," tegasnya.
(van/nrl)











































