Rencana keluar negeri ini tidak ditampik Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus. Kepada detikcom, Jumat (2/11/2012), ia menyebutkan bahwa studi banding itu memang sudah diagendakan sejak lama.
"Tujuan studi banding ini kan untuk menambah pengalaman. Dewan hanya memenuhi undangan dari negara tujuan," kata Johar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau berapa anggarannya saya kurang tahu. Karena itu menjadi kewenangan Sekretariat Dewan," kata Johar.
Pun begitu, Johar mengaku tidak akan mengikuti kegiatan tersebut. Alasannya, dalam waktu dekat, Pekanbaru akan menjadi tuan rumah kongres nasional KAHMI. Selain itu, Johar mengaku sibuk dengan pekerjaannya sebagai wakil rakyat.
"Saya tidak akan ikut dalam studi banding tersebut. Karena belakangan ini banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, termasuk sebagai tuan rumah kongres nasional KAHMI," kata Johar.
Rencana kunjungan keluar negeri ini mendapat tanggapan miring dari Direktur Advokasi Publik, Rawa El Amady. Rawa menilai kegiatan DPRD terkesan hanya untuk melancong.
"Saya kira yang ada di benak masyarakat kita, soal stuban (studi banding) ini, lebih menonjol soal melancongnya saja. Karena kita juga bingung, sejak dulu anggota dewan stuban ke luar negeri, tapi tidak jelas apa implementasinya ke rakyat," katanya.
Karena itu, sekalipun kunjungan ke luar negeri dianggap tidak melabrak aturan perundangan, namun yang perlu diketuk adalah hati nurani wakil rakyat.
"Katakanlah memang kunjungan itu sudah mendapat izin, namun yang perlu kita simak adalah seberapa penting stuban itu? Padahal di Riau ini masih banyak daerah terpencil yang membutuhkan sarana pendidikan dan masih banyak sekolah negeri yang tak layak huni lagi. Mengapa bukan masalah ini diprioritaskan," kata Rawa.
Informasi yang dihimpun, studi banding dilakukan ke AS, Australia, dan ke sejumlah negara Eropa. Tidak dijelaskan rincian tempat yang dituju, termasuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
(cha/try)











































