Aksi perampokan rumah mewah di Penggilingan, Cakung, Jakarta, mulai mendapatkan titik terang. Anggota Polsek Cakung bersama Polres Jakarta Timur berhasil menemukan barang bukti brankas besi yang dibawa oleh gerombolan pelaku.
"Iya, betul kemarin brankas tersebut sudah ditemukan dalam keadaan kosong, sekitar pukul 06.00 WIB, di tepi parkiran Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat " ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Didik Haryadi, kepada detikcom, Jumat (2/11/2012).
Didik menuturkan, brankas tersebut ditemukan oleh warga Cibinong yang sedang melintasi jalan tersebut. Warga yang menemukan langsung mengghubungi petugas polsek setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal informasi dari warga, petugas Polsek Cibinong langsung mendatangi lokasi penemuan. Rupanya, kondisi brankas tersebut sudah rusak dan ditemukan surat, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pin.
"Kemudian petugas Polsek yang mempelajari penemuan brankas tersebut, mencoba menelusuri berdasarkan KTP yang berada di dalam brankas tersebut," ujarnya.
Didik menuturkan berbekal informasi identitas penduduk di dalam brankas, petugas Polsek Cibinong mencoba menghubungi Polsek Cakung di mana merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang akhirnya barang tersebut diamankan sebagai barang bukti.
"Petugas polsek Cakung langsung mengambil brankas tersebut untuk dijadikan barang bukti," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Suryani Taher (70), yang juga ustazah kondang -- segenerasi dengan ustazah Tuti Alawiyah -- di Cakung, Jaktim. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Pelaku yang berjumlah 15 orang kini tengah diburu.
Peristiwa perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di kediaman korban di Cakung. Pelaku menyekap satpam, kemudian masuk ke dalam rumah. Pelaku berjumlah 15 orang dan menggunakan 3 mobil berhasil menyekap Suryani dan suaminya Syatiri Ahmad (80). Kemudian pelaku membawa brankas dan kotak perhiasan. Kerugian ditaksir sekitar Rp 250-300 juta.
"Saksi-saksi sudah diperiksa, olah TKP juga sudah dilakukan," tutur Rikwanto.
(edo/mad)











































