Salah satu pelaku penculikan bayi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, berstatus mahasiswi keperawatan. Penemuan itu berkat KTP dan blangko SPP pelaku yang tertinggal di RS.
Tas pelaku tergeletak di belakang gedung Kardio RS dan ditemukan oleh sekuriti. Tim RS dan polisi bergerak ke Stikes yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan sebagaimana tertulis di blangko SPP. Kemudian, tim mengorek informasi dari teman-teman pelaku.
"Dari teman-teman pelaku, kami tahu bahwa bayi itu berada di kos. Lalu kami ke sana," kata Direktur Medik RS Wahidin Sudirohusodo, dr Khalid Saleh, di ruang Care Private Center RS Wahidin, Kamis (1/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayi itu dibungkus kain sarung. Popoknya juga guntingan kain sarung," kata Khalid yang didampingi Dirut RS Wahidin, Prof DR Abdul Kadir.
Sekitar pukul 17.00 WITA, bayi dibawa ke RS yang jaraknya hanya 1 km dari kos pelaku. Saat ini, bayi ditempatkan di ruang NICU untuk perawatan. Sementara, pelaku yang berinisial SM (21) tidak diketahui keberadaannya.
Penculikan bayi perempuan berusia 2 hari itu terjadi sekitar pukul 04.15 WITa, Selasa (30/10/2012). Saat itu, bayi berada Ruang Lontara RS Wahidin Makassar dan sang ibu, Irmawati (32), masih dirawat di Ruang ICU untuk proses pemulihan pasca operasi cesar.Β
(trw/mad)










































