"Itu semua fitnah, tidak ada aliran dana itu. Kalau memang saya menerima dana itu, saya tidak akan berani keluar ke publik. Tapi ini saya berani keluar," kata Rahmat usai bertandang ke harian Radar Bogor, Kamis (1/11/2012).
Proyek Hambalang berada di wilayah Kecamatan Citeureup, Bogor. Dalam audit BPK, Rahmat yang juga Ketua DPD PPP Jabar ini disebut memberikan izin site plan dan IMB tidak sesuai prosedur, karena proyek Hambalang belum ada Amdal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang tidak dipatuhi oleh Kemenpora.
"Saya sudah menghadap BPK, tidak ada masalah uang 5 M itu, BPK hanya menanyai tentang site plan," jelas Rachmat Yasin.
(ndr/ndr)











































