Ratusan Pelajar Ikuti Konferensi Lingkungan ENO di OKI Sumsel

Ratusan Pelajar Ikuti Konferensi Lingkungan ENO di OKI Sumsel

Taufik Wijaya - detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 17:43 WIB
Ratusan Pelajar Ikuti Konferensi Lingkungan ENO di OKI Sumsel
Suasana pembukaan ENO di Ogan Kemiring Ilir Sumsel (taufik wijaya/detikcom)
Palembang - Ratusan aktivis lingkungan hidup dari kalangan pelajar dan remaja dari sejumlah kota di Indonesia serta dari Malaysia, mengikuti konferensi ENO (Environment Online) pertama Indonesia, yang dibuka hari ini di lokasi wisata Danau Telukgelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Diharapkan mereka ikut berperan dalam pelestarian lingkungan hidup.

Pembina ENO Indonesia Ishak Mekki, menyatakan, para pelajar di OKI menanam ribuan pohon dalam kurun 2011 dan 2011. "Saya mengharapkan konferensi menularkan para pelajar dan remaja di Indonesia untuk giat menanam pohon, sehingga masa depan lingkungan hidup Indonesia dan dunia dapat terselamatkan," kata bupati OKI ini, Kamis (1/11/2012).

Sementara Ketua ENO Indonesia, Tuty Murniati, mengapresiasi apa yang dilakukan Ishak Mekki pada penghijauan dan pelestarian lingkungan di OKI. "Konferensi ini merupakan wujud nyata perhatian beliau," kata Tuty.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Ketua ENO OKI, Muslim, mengatakan ENO Indonesia yang pertama ini berlangsung sejak hari ini hingga 5 November 2012, diikuti 130 peserta dari Sarolangun, Musi Banyuasin, Serdang, Langkat, Palembang, Banda Aceh, Medan, Bandung, serta perwakilan ENO Malaysia.

Selain diskusi dan lomba melukis lingkungan hidup, acara juga dimeriahkan Major Award, yaitu pemberian penghargaan kepada para kepala daerah di Indonesia yang dianggap peduli terhadap lingkungan. Puncak acara ditandai dengan penanaman 25 ribu pohon oleh anak-anak sekolah melalui dukungan jaringan online.

Dalam penanaman pohon secara online ini didukung oleh beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Philipines, Taiwan. Serta lainnya seperti Brasil, Peru dan Yunani.

"Penanaman serentak seperti ini belum pernah dilakukan di Asia, akan dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan penanaman pohon terbanyak. Kegiatan ini untuk mendukung progam kampanye ENO Internasional, yaitu 'One Hundred Billion Trees by 2017' yang merupakan rekomendasi pada pertemuan para Kepala Negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Rio Summit," papar Muslim.

(tw/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini